Kurikulum di Sekolah Rakyat: MEME, Siswa Tak Harus Masuk di Tahun yang Sama

26 Maret 2025 17:29 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
ADVERTISEMENT
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) akan dimulai pada Juli 2025. Rencananya akan dibangun 200 sekolah yang dapat menampung 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
ADVERTISEMENT
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, sistem pembelajaran yang akan digunakan adalah kurikulum khusus dengan metode multi-entry dan multi-exit.
Dikutip dari Kemendikbudristek, model multi-entry dan multi-exit (MEME) adalah sistem pembelajaran yang lebih terbuka dengan mengutamakan fleksibilitas. Termasuk dalam pemilihan pembelajaran dan waktu penyelesaian program pendidikannya.
Pada mulanya, model multi-entry dan multi-exit ini dicetuskan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) saat masa pemerintahan Menteri Nadiem Makarim.
Jadi nantinya, kata Mu’ti, para murid tidak harus masuk dalam tahun ajaran yang sama serta pembukaan pendaftaran sekolah akan dilakukan secara bergelombang.
“Nanti kurikulumnya modelnya multi-entry dan multi-exit kurikulum. Jadi anak-anak ini itu tidak harus masuk pada tahun ajaran yang sama, mereka bisa masuk secara bergelombang, tidak harus bersamaan,” tutur Mu’ti di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (26/3).
ADVERTISEMENT
Berbeda dari sekolah formal, dengan sistem pembelajaran ini, para murid yang telah masuk ke asrama Sekolah Rakyat akan langsung belajar.
Suasana saat keluar gerbang dari Pusat Pendidikan, Pelatihan, Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial RI di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Foto: Abid Raihan/kumparan
Selain kurikulum multi entry dan multi-exit, Mu’ti mengatakan, metode pembelajaran di Sekolah Rakyat juga menggunakan model kurikulum tailor-made. Yakni terdapat program pelatihan atau pengembangan siswa yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mereka.
“Tapi, prinsipnya begitu mereka sudah masuk, mereka diasramakan dan sudah bisa dimulai pembelajaran. Jadi kurikulumnya kita sebut dengan multi-entry, multi-exit, dan itu kita buat khusus. Kita sebut dengan tailor-made, kurikulumnya tailor-made, “ papar Mu’ti
“Jadi tidak sama persis dengan kurikulum yang ada di sekolah formal. Ini juga nanti sekolahnya formal, tapi kita rancang dengan kurikulum yang tersendiri,” tutupnya.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah bagi orang tidak mampu yang digagas Presiden Prabowo dan dikelola Kemensos. Rencananya akan dibangun sebanyak 200 sekolah. Sekolah Rakyat itu modelnya akan seperti pesantren atau boarding school dengan satu sekolah bisa menampung 1.000 siswa.
ADVERTISEMENT
Prabowo mengatakan, dalam 3 bulan ke depan, pemerintah akan meluncurkan 53 sekolah rakyat. Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026.