Mardani Gandeng Kekuatan Negara Tetangga Bentuk ASEAN Aid for Palestina

14 Maret 2025 19:08 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera hadir pada acara aksi bela Palestina di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (1/6/2024).  Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera hadir pada acara aksi bela Palestina di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (1/6/2024). Foto: Luthfi Humam/kumparan
ADVERTISEMENT
Perjuangan untuk Palestina belum selesai. Berbagai cara dilakukan untuk terus mendukung, membantu, dan memperjuangkan kemerdekaan untuk Palestina.
ADVERTISEMENT
Kepala BKSAP DPR Mardani Ali Sera mengatakan, kerja sama dan komunikasi dengan parlemen maupun pemerintah di negara ASEAN terus digalang. Saat ini, Indonesia tengah mendorong terbentuknya ASEAN Aid for Palestina.
"Jalur diplomasi terus berjalan. Kemarin kita ketemu dengan Malaysia, Singapura, kita dorong untuk membentuk ASEAN Aid for Palestina," kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/3).
Mardani mengatakan, bantuan dari berbagai pihak sangat besar untuk Palestina, tapi tercerai berai. Bantuan terpusat di kawasan Asean tak kalah penting.
"Silakan bantuan individu negara jalan, tapi in the name of ASEAN juga jalan," tambah dia.
Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
Perjuangan terhadap Palestina perlu tenaga yang panjang. Dari sisi parlemen, DPR juga terus beraksi.
"Bilateral ini banyak peluang dengan Turki, Mbak Puan [Ketua DPR] Juni nanti joint work force on Palestine issue. Di banyak bilateral isu palestina selalu kita angkat," ungkap politikus senior PKS itu.
ADVERTISEMENT
Apa pun caranya, Mardani menegaskan, persatuan dari berbagai pihak baik di Indonesia maupun dunia harus terus dijaga. Pada ujungnya, tujuan utamanya, mewujudkan two state solution.
"Dari parlemen kita perjuangkan di semua FORA, two state solution. Apa pun platform multilateral, kita sepakat 2 negara, di mana Yerusalem Timur itu ibu kota Palestina dan wilayahnya pada tahun 1967," ucap dia.
Di lokasi yang sama, Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab mengatakan, isu Palestina tidak lepas dari disinformasi, misinformasi, dan distorsi informasi. Ini punya peran penting dalam biasnya informasi tentang apa yang terjadi di Palestina.
"Misalnya, narasi selama ini, selalu ini dimulai dari 7 Oktober padahal itu misinformasi. Semua itu di twist sehingga seolah-olah apa pun yang terjadi saat ini karena kesalahan Hamas," tutur dia.
Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kemlu Muhsin Syihab. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
Adanya misinformasi itu banyak terjadi di media sosial. Muhsin mengatakan, peran media sangat penting dalam menyajikan informasi yang benar dan bisa jadi rujukan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Muhsin punya 3 rekomendasi yang bisa dilakukan untuk melawan disinformasi yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak pendukung Israel.
1. Sebisa mungkin awak media bisa menyiapkan slot setiap hari tentang Palestina. Media menyiapkan slot setiap hati sampai perjuangan memperlihatkan kebaikan. Karena mereka pakai media mereka setiap hari itu bagaimana kejahatan menurut mereka, terorisme Hamas dan sebagainya. Bahkan terorisme agama.
2. Mendorong media bekerja sama dengan lembaga pendidikan memberikan pemahaman sejarah palestina secara komprehensif agar mereka paham akar masalah Palestina. Tidak termakan media sepotong.
"Yang kemudian muncul pemikiran seolah-olah kenapa repot mikirin Palestina, negara kita punya masalah besar seolah Palestina bukan mandat konstitusi sama wajibnya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketika memberi pencerahan bisa berujung bekerja sama itu bagian mencerdaskan agar mereka terhindar dari distorsi informasi," kata Muhsin.
ADVERTISEMENT
3. Bagaimana menunbuhkembangkan rasa persaudaraan sehingga semua mau membantu Palestina dibangun rasa persatuannya.
"Paling kecil paling murah setiap saat meminta apa pun agamanya di mana pun beribadah dorong mereka doakan palestina. Kadang kita lupa doa itu kekuatan baik. Setelah doakan, kita bisa lanjut ke pemikiran, harta benda, dan lainnya," lanjut dia.
Data UNRWA, sudah 48.524 tewas dan 111.956 terluka hingga 13 Maret 2025. Ada 1,9 juta penduduk Gaza yang mengungsi. Ini belum termasuk 5 juta lebih warga yang sudah lebih dulu mengungsi. Dengan tingkat kerusakan 59%.
"Ini penjajahan, penindasan. Ini bukan konflik. Bagaimana mungkin bangsa Palestina dengan batu bagi mereka tidak ada bedanya hidup dan mati. Sementara Israel mereka pakai macam macam rudal membantai dan etnis cleansing di negara yang diduduki," ujar Muhsin.
ADVERTISEMENT
"Jangan missleading ini jadi isu agama. Bila ini isu agama, tidak relevan di PBB. Tidak. Jangan terpancing. Itu bukan isu agama," tambah dia.
Muhsin mengungkapkan, saat ini tengah ada gerakan yang ingin membubarkan UNRWA. Ini tentu sangat membahayakan bagi warga Palestina.
"Ada upaya sistematik untuk mengakui Israel, membubarkan UNRWA. Kalau bubar, mereka [warga Gaza] tidak jadi pengungsi. Kalau status ini hilang mereka gak punya hak kembali seperti diatur PBB," kata dia.
Saat ini, media dan warga butuh perhatikan betul progres gencatan senjata. Sebab, Israel punya sejarah buruk dan selalu tidak disiplin terhadap berbagai perjanjian atau kesepakatan.
"Palestina two state solution itu harus muncul. Di sisi lain kita bantu UNRWA tidak dibubarkan, karena bantuan keuangannya sudah sangat kecil. AS tidak bantu sama sekali," tutur dia.
ADVERTISEMENT
"Mendorong gencatan senjata, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, peningkatan kapasitas Palestina menjaga perdamaian, bangun lagi gaza. Lalu, meningkatkan pengakuan palestina sebagai anggota penuh PBB dan mendorong kepatuhan negara lain untuk mengikuti aturan yang ada," tutur Muhsin.
Sementara, Direktur Smart171 Maimon Herawati mengatakan, telah melakukan riset terhadap media di Indonesia terhadap pemberitaan terkait dengan perjuangan Palestina. Dia berharap dukungan media ke depan dalam mengawal isu Palestina.
"Ke depan media bisa terus menggaungkan perjuangan Palestina," ucap dia.