Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Melihat Ritual Seblang Olehsari di Banyuwangi: Tradisi Kuno pada Awal Syawal
5 April 2025 12:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Tubuh Dwi Putri Ramadani (21 tahun) bergerak lincah tak terkendali. Dipadu alunan musik tradisional khas Seblang Olehsari yang magis.
ADVERTISEMENT
Putri dalam kondisi trance atau tidak sadarkan diri saat menari. Tatapan mata kosongnya seolah menyimpan misteri, membuat para penonton yang hadir terpukau dan merasakan aura sakral yang kuat.
Sorak kagum tak henti-hentinya terdengar dari para pengunjung yang menyaksikan pertunjukan tersebut.
Apa yang sedang dilakukan Putri merupakan bagian dari ritual adat Seblang Olehsari. Sebuah warisan budaya turun-temurun yang dipercaya sebagai penolak bala dan pembersih desa.
Atraksi sakral ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Dimulai pada Jumat (4/4), di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Tak hanya memiliki nilai spiritual mendalam bagi masyarakat setempat, ritual ini juga sukses membius wisatawan dari berbagai penjuru.
Seblang Olehsari bukan sekadar tarian biasa. Tradisi kuno yang rutin diadakan setiap awal bulan Syawal ini memiliki keunikan tersendiri. Sosok penari Seblang dipilih secara mistis, berdasarkan garis keturunan penari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Lebih dari itu, sang penari akan mengalami trance atau kondisi tidak sadar diri selama menarikan setiap gerakannya. Dipercaya sebagai wujud menyatunya dengan energi para leluhur.
"Saya kembali ditunjuk menjadi penari Seblang tahun ini karena ini merupakan amanah dan petunjuk dari leluhur," kata Putri, Jumat (4/4).
Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengatakan "Alhamdulillah, Ritual Adat Seblang Olehsari tahun ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan. Kami sangat senang ritual ini bisa disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga Banyuwangi maupun wisatawan dari luar daerah."
"Harapan kami, generasi muda Olehsari terus memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang sangat berharga ini," tambah Joko.
Muhammad Aqil Al Munawwar, seorang wisatawan asal Kendari, Sulawesi Tenggara, mengaku takjub dengan pengalaman pertamanya menyaksikan Seblang Olehsari.
ADVERTISEMENT
"Jujur, saat pertama kali melihat penari Seblang memasuki area ritual, bulu kuduk saya langsung berdiri. Ketika tariannya dimulai, saya benar-benar merasakan kesakralan acara ini. Saya belum pernah melihat tradisi seperti ini di Sulawesi Tenggara. Saya sangat berharap tradisi ini akan terus lestari," kata Aqil dengan antusias.
Bahkan, Aqil mengaku berencana untuk kembali ke Banyuwangi tahun depan dan mengajak serta teman dan keluarganya untuk menyaksikan langsung keajaiban Ritual Adat Seblang Olehsari.