Menikmati Pecel Pitik, Kuliner Sakral Penutup Ritual Adat Warga Using Banyuwangi

2 April 2025 16:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pecel Pitik, kuliner sakral penutup ritual adat warga using Banyuwangi yang sarat makna. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pecel Pitik, kuliner sakral penutup ritual adat warga using Banyuwangi yang sarat makna. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Ritual adat Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Banyuwangi, selalu ditutup dengan selamatan yang meriah. Dalam tradisi ini, hidangan khas yang tak pernah absen adalah Pecel Pitik, kuliner sakral yang menjadi suguhan wajib dalam setiap upacara adat Suku Using.
ADVERTISEMENT
Pecel Pitik bukan sekadar hidangan biasa. Keistimewaannya terletak pada bahan utamanya, yaitu ayam kampung muda yang dipanggang utuh di atas perapian.
Setelah dipanggang matang, ayam tersebut disuwir-suwir dan dibumbui dengan rempah-rempah khas seperti kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula.
Pecel Pitik, kuliner sakral penutup ritual adat warga using Banyuwangi yang sarat makna. Foto: kumparan
Bumbu-bumbu ini kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda, menciptakan cita rasa yang unik dan menggugah selera.
Ketua Adat Suku Using Desa Kemiren, Suhaimi, menjelaskan Pecel Pitik memiliki makna filosofis yang mendalam. Nama "Pecel Pitik" berasal dari filosofi "kang diucel-ucel saben dinane ingkang apik," yang berarti segala sesuatu yang dilakukan warga harus mengarah pada hal yang baik.
"Artinya, apa yang dilakukan warga akan mengarah pada sesuatu yang layak atau hal yang baik," ungkap Suhaimi disela prosesi Ritual Barong Ider Bumi, Selasa, (1/4).
ADVERTISEMENT
Pecel Pitik biasanya disajikan bersama nasi putih berbentuk tumpeng, yang melambangkan harapan untuk mengangkat derajat manusia. Beberapa penyajian juga dilengkapi dengan tumpeng serakat, yaitu tumpeng yang berisi berbagai sayur mayur matang sebagai pelengkap.
Pecel Pitik, kuliner sakral penutup ritual adat warga using Banyuwangi yang sarat makna. Foto: kumparan
Dalam proses pembuatannya, terdapat aturan khusus yang harus dipatuhi. Orang yang memasak Pecel Pitik diyakini tidak boleh banyak berbicara. Selain itu, memasak harus dilakukan dalam keadaan suci, dan makanan tidak boleh dicicipi sebelum ritual adat atau selamatan dimulai.
Seiring perkembangan zaman, Pecel Pitik semakin sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kini, hidangan ini lebih sering muncul dalam festival budaya atau di beberapa rumah makan di sekitar Desa Kemiren.
Pada November 2023, kuliner tradisional ini resmi mendapat surat pencatatan inventarisasi kekayaan intelektual komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM. Pengakuan ini menjadi langkah penting dalam melestarikan warisan kuliner khas Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Dengan segala nilai historis dan filosofisnya, Pecel Pitik bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol budaya dan identitas masyarakat Using yang terus dijaga dan diwariskan.
Pecel Pitik, kuliner sakral penutup ritual adat warga using Banyuwangi yang sarat makna. Foto: kumparan