Paloh Tegaskan NasDem Tak Oposisi: Kami Dukung Pemerintahan, tapi Tahu Diri

3 April 2025 19:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketum NasDem Surya Paloh di Fraksi NasDem DPR RI, Senin (20/1/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum NasDem Surya Paloh di Fraksi NasDem DPR RI, Senin (20/1/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan partainya tidak akan menjadi oposisi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Paloh menekankan, NasDem tetap tahu diri dalam posisinya saat ini.
ADVERTISEMENT
Paloh menyebut, NasDem bukan bagian dari koalisi yang memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2024. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin meminta posisi tertentu dalam pemerintahan.
"Kita tahu diri, kita tidak berjuang untuk menjadikan Presiden Prabowo presiden pada Pilpres lalu, eh tiba-tiba ketika beliau jadi, kita minta (kursi kabinet)," kata Paloh saat mengunjungi kantor DPW NasDem di Bali, Kamis (3/4).
Ketum NasDem Surya Paloh berpidato di penutupan Kongres III NasDem di JCC, Selasa (27/8/2024). Foto: NasDemTV
Meski demikian, Paloh mengungkapkan NasDem tetap terbuka untuk menjadi mitra dalam barisan pemerintahan, tanpa harus berada di dalam kabinet. Ia menyebut, pihaknya sempat ditawari posisi, namun tetap berpegang pada prinsip untuk tidak meminta-minta.
"Kita ditawarkan untuk itu, ini kan kita bisa jadi partner dalam barisan pemerintahan tanpa harus jadi anggota kabinet," kata Paloh.
ADVERTISEMENT
Ketika ditanya bagaimana sikap NasDem jika kembali ditawari posisi dalam pemerintahan, Paloh menegaskan jawabannya tetap sama yakni menolak.
"Sama saja," singkatnya.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) mendampingi Presiden terpilih Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri Penutupan Kongres III Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Ia juga menolak anggapan NasDem akan mengambil peran sebagai oposisi. Menurutnya, partai yang ia pimpin akan tetap mendukung pemerintahan, tetapi dengan tetap menjalankan fungsi kritis dan memberikan kontribusi pemikiran.
"Enggak, kita partai politik dukung pemerintahan. Sikap pikiran kita memberikan kontribusi pencerahan yang mampu kita perankan dalam keterbatasan kita, gimana kita jalankan demokrasi kalau enggak beri values dalam negara demokrasi, tetapi hanya menuntut meminta tapi tidak memberi, tidak akan efektif, karena kita hanya minta hak, tapi kewajiban tidak dilaksanakan," tandas dia.