Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
PBB: Banyak yang Akan Tewas karena AS Bekukan Bantuan Kemanusiaan
13 Maret 2025 11:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pembekuan bantuan luar negeri AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump menyebabkan guncangan dahsyat bagi kerja kemanusiaan global. PBB pada Rabu (12/1) memperingatkan akan banyak yang tewas akibat hal ini.
ADVERTISEMENT
Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Tom Fletcher, memperkirakan ada 300 juta orang atau lebih yang memerlukan bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.
"Laju dan skala pembekuan bantuan yang kita hadapi tentunya guncangan dahsyat untuk sektor ini. Banyak yang akan tewas karena bantuan mengering," kata Fletcher dalam konferensi pers, dikutip dari AFP.
Sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) menjadi sasaran utama kebijakan efisiensi pengeluaran pemerintah, yang efek berantainya telah dirasakan di seluruh dunia.
Setelah membekukan semua bantuan kemanusiaan untuk ditinjau, Kemlu AS pada minggu lalu mengungkapkan akan mengakhiri 83% dari kontrak USAID.
"Di seluruh keluarga dan mitra PBB, kami membuat pilihan yang sulit hari demi hari tentang kehidupan seperti apa yang harus kami prioritaskan, kehidupan apa yang kami coba untuk selamatkan," kata Fletcher sembari mengakui bahwa PBB terlalu bergantung pada pendanaan AS.
ADVERTISEMENT
Pada Desember 2024, PBB memperkirakan USD 47,4 miliar dibutuhkan untuk bantuan kemanusiaan pada 2025. Meski, jumlah itu hanya cukup untuk mendukung sekitar 190 juta orang yang membutuhkan.
Tanpa pendanaan AS, yang Fletcher sebut menyelamatkan ratusan juta jiwa, perkiraan jangkauan bantuan kemanusiaan PBB berkurang lagi.
"Rekan kami di Jenewa saat ini mencoba untuk mengidentifikasi apa yang bisa kami prioritaskan untuk menyelamatkan 100 juta jiwa dan berapa biaya yang dapat dikeluarkan di tahun mendatang," pungkasnya.