Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Perjalanan Teddy Indra Wijaya: Ajudan Jokowi hingga Jabat Seskab Prabowo
14 Maret 2025 10:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Teddy Indra Wijaya kembali menjadi sorotan publik setelah resmi diangkat menjadi Letnan Kolonel (Letkol) melalui Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025.
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang perwira menengah di TNI Angkatan Darat, Teddy kini juga diamanahi posisi sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berikut perjalanan karir Teddy Indra Wijaya:
Profil Teddy Indra Wijaya
Teddy Indra Wijaya adalah pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara. Ia lahir pada 14 April 1989 dari pasangan Kolonel Infanteri (Purn) Giyono dan Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumbayan, yang keduanya memiliki latar belakang militer.
Teddy merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara pada tahun 2007. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 2011. Selama menjadi taruna, ia menjabat sebagai Kalemustar (Ketua Lembaga Musyawarah Taruna) di Resimen Korps Taruna.
Tidak berhenti di situ, Teddy meraih gelar Sarjana (S1) di Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2012, dan gelar Magister (S2) dalam Kajian Terorisme di Universitas Indonesia pada 2021.
Ditunjuk Jadi Ajudan Jokowi dan Menhan Prabowo
ADVERTISEMENT
Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, karier militer Teddy dimulai sebagai Komandan Peleton di Kopassus setelah lulus dari Akmil. Pada 2014, ia ditugaskan sebagai asisten ajudan Presiden Joko Widodo, sebuah posisi yang diembannya hingga 2019.
Setelah masa tugasnya sebagai asisten ajudan presiden berakhir, Pada 2020, karier Teddy mengalami peningkatan signifikan saat ia diangkat menjadi ajudan Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan.
Selama empat tahun, Teddy setia mendampingi Prabowo dalam berbagai kegiatan, termasuk masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Prabowo Dilantik, Tunjuk Teddy Jadi Seskab
Prabowo Subianto resmi dilantik menjadi pada Minggu (20/10/2024). Selang satu hari kemudian, Prabowo melantik Mayor TNI Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) di Istana Negara, Jakarta. Teddy, yang sebelumnya menjabat sebagai ajudan Prabowo, kini mengemban jabatan baru di Kabinet Merah Putih.
ADVERTISEMENT
Pelantikan Mayor Teddy berlangsung bersamaan dengan pelantikan sejumlah wakil menteri. Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi negara yang menyaksikan prosesi penandatanganan berita acara, sebelum Teddy secara resmi diambil sumpahnya sebagai Seskab.
"Penandatanganan berita acara, satu, Saudara Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet," kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Nanik Purwanti.
Penunjukan Mayor Teddy sebagai Seskab ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 143P/2024 tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet.
Sebelum dilantik sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy sempat dipromosikan menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri (Wadanyonif) Para Raider 328/Dirgahayu.
Kenaikan Pangkat Percepatan dari Mayor ke Letkol
Teddy Indra Wijaya secara resmi telah memperoleh pangkat Letnan Kolonel (Letkol), setelah sebelumnya menjabat sebagai Mayor. Kenaikan pangkat ini tercantum dalam Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang dikeluarkan oleh TNI.
ADVERTISEMENT
Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kenaikan pangkat itu merupakan kewenangan dirinya dan Panglima TNI.
“Itu kewenangan Panglima TNI dan saya," ujar Maruli usai mengunjungi Lahan Ketahanan Pangan di Puslatpur Baturaja, Rabu (12/3), dikutip dari keterangan Dispenad.
Maruli menilai tidak ada yang salah dengan kenaikan pangkat tersebut. Teddy dinilai mampu menjalankan tugasnya membantu Presiden.
"Ada seseorang yang dianggap mampu membantu Presiden dan mengkoordinasikan tugasnya dengan baik, lalu diberi kenaikan pangkat. Apa masalahnya?" ujar Maruli.