Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Pilu Maling Ayam di Subang: Disiksa hingga Tewas; Terlilit Utang Rp 30 Juta
5 April 2025 7:56 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
Seorang pria, Taryana (37), tewas disiksa warga di Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat, lantaran ketahuan mencuri ayam. Ia dipukuli balok kayu, bambu, hingga ditembak.
ADVERTISEMENT
Polisi menyebut, penyebab utama tewasnya T adalah luka parah di kepala. Belakangan juga diketahui, ia punya utang sebesar Rp 30 juta.
Seperti apa kisahnya? Berikut kumparan rangkum.
Tertangkap Basah Mencuri Ayam, Lalu Diamuk Warga
Taryana kepergok warga sedang mencuri ayam di kandang milik salah satu perusahaan. Ia langsung ditangkap dan diteriaki maling hingga akhirnya jadi bulan-bulanan warga.
Ia dipukuli dengan balok kayu dan bambu, bahkan ditembak dengan senapan angin.
Tidak hanya itu, maling ayam tersebut juga sempat diseret dari TKP sejauh 500 meter menuju kantor desa Rancamanggung Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.
Polisi menyebut, ada 8 warga yang menghakimi maling itu. Mereka adalah GM (33), YS (26), INA (21) AR (22) NBP (25) NR (24), K (27) dan TS (24). Mereka merupakan warga setempat.
ADVERTISEMENT
"Korban dipergoki sedang mencuri ayam di kandang oleh tersangka YS dan INA, kemudian oleh kedua tersangka tersebut korban di kejar dan ditangkap, dipukuli dan diteriaki maling," kata Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu.
Setelah diteriaki maling, warga berdatangan dan langsung dihakimi warga. Begitu tim di kantor Desa Gandasoli, korban ditelanjangi dan kembali diamuk massa.
"Korban digebukin menggunakan bambu, balok kayu, dan menembak betis korban menggunakan senapan angin sebanyak 3 kali," ucapnya.
Setelah korban tewas, warga meninggalkan jasadnya.
"Polisi dari Satreskrim Polres Subang yang datang ke TKP menemukan korban sudah tak bernyawa," katanya.
Terkait hasil autopsi, Ariek bilang maling ayam itu mengalami luka di para kepala.
"Memar pada kelopak mata, luka lecet pada pelipis kanan, hidung, pipi, dagu, remuk rahang bawah, pendarahan pada bagian dalam kepala, otak besar dan otak kecil, pembekuan darah selaput otak yang menyebabkan korban tewas," kata dia.
ADVERTISEMENT
Dikunjungi Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi takziah ke rumah keluarga Taryana, yang tewas diamuk warga di Subang, Jawa Barat. Dedi memberikan santunan kepada keluarga korban.
Dedi Mulyadi begitu tiba di kediaman orang tua korban, di Desa Sirap Kecamatan Tanjungsiang, langsung bertemu dengan istri Taryana.
"Kedatangan saya ke sini untuk ikut berduka cita atas apa yang dialami keluarga korban yang meninggal secara tragis diamuk massa gara-gara ketahuan mencuri ayam," kata Dedi Mulyadi, Jumat (4/4).
Dedi Mulyani ingin mengetahui kondisi ekonomi keluarga yang menjadi pemicu Taryana nekat mencuri ayam.
"Berdasarkan keterangan Yeni istri korban, saat kejadian kondisi keluarga masih punya uang Rp 300 ribu, kebutuhan dapur juga seperti beras juga ada. Jadi sebenarnya tidak terdesak oleh kebutuhan dapur, suaminya berbuat atau mencuri ayam tersebut," kata Dedi.
ADVERTISEMENT
Punya Utang Rp 30 Juta, Duit Sisa Rp 300 Ribu
Istri Taryana, Yeni, mengungkapkan utang tersebut terdapat di tiga bank, yakni dua bank emok atau bank keliling dan sebuah bank swasta. Pinjaman itu diambil sejak dua tahun lalu dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga menggunakannya untuk menutupi utang yang lain.
Yeni menyampaikan hal itu saat ditemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Jumat (4/4). Dedi datang ke rumah Yeni untuk bertakziah.
"Saya punya utang bank emok, Pak Gubernur, totalnya ada 3 bank dan jumlahnya mencapai sekitar Rp 30 juta," ungkap Yeni.

Ibu satu anak itu mengaku tidak tahu alasan suaminya mencuri. Ia menduga terlilit utang itulah yang menjadi alasannya.
ADVERTISEMENT
"Tidak tahu juga alasan suami saya mencuri untuk apa, mungkin juga untuk bantu buat setor bank Emok," ucapnya.
Sementara itu pasangan ini hanya memiliki duit sebesar Rp 300 ribu saat Lebaran. Sehari-hari Yeni berjualan gorengan untuk mencicil utangnya meski terkadang jumlahnya masih kurang. Suaminya masih memberikan nafkah meski ia tidak tahu dari mana asal uangnya tersebut.
Taryana kata Yani, tidak memiliki pekerjaan tetap. Terakhir suaminya itu diketahui mencuri kencur di sebuah kebun.
"Saya sama sekali tidak tahu motif suami saya mencuri untuk apa? Dan uang yang dikasih ke saya juga saya tak pernah tahu uang dapat dari mana. Sekalipun tak punya kerjaan tetap tapi dia selalu ngasih nafkah walaupun tak seberapa," tutur Yeni.
ADVERTISEMENT