Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi soal Kasus Kematian Mahasiswa UKI

4 April 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sepupu dari korban kematian Mahasiswa UKI Khenza Walewangko di Universitas Katolik Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sepupu dari korban kematian Mahasiswa UKI Khenza Walewangko di Universitas Katolik Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
ADVERTISEMENT
Kasus kematian mahasiswa UKI, Khenza Walawengko (22) masih belum menemui titik terang.
ADVERTISEMENT
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicholas Ary Lilipaly menyebut hanya satu saksi yang mengatakan adanya pengeroyokan sebelum Khenza ditemukan meninggal di area kampus pada Selasa (4/3).
“Kita sudah prarekonstruksi ya, dari prarekonstruksi kan sebenarnya sudah bisa tahu, karena yang bertentangan, yang tidak berkesesuaian keterangan, itu hanya satu saksi, dan saksi itu jaraknya dia juga jauh, kita tidak bisa percaya dengan keterangan yang seperti itu,” ujar Nicholas di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (4/4).
Menurutnya, satu saksi itu menyebut korban dipukul dan dikeroyok. Namun, polisi masih perlu mendalami keterangan ini.
"Saksi juga tidak menyatakan bahwa dipukulnya bagaimana, dan sudah lihat prarekonstruksi posisinya kan paling jauh, paling jauh sendiri dari, dan dia bilang bahwa si korban dikeroyok,” ucap dia.
ADVERTISEMENT
Nicholas tak menjelaskan siapa saksi yang melihat pengeroyokan itu. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri sebagai data pembanding pernyataan saksi tersebut.
“Iya, (menunggu) dari hasil autopsi dan labfor, setelah itu kita akan periksa ahli pidana, baru nanti kesimpulannya biar ahli yang menjelaskan, baru kesimpulan akhir kasus ini mau ditingkatkan atau dihentikan, itu nanti hasil keputusan gelar perkara,” ujar dia.
Proses pra rekonstruksi polisi untuk kasus kematian mahasiswa UKI di Universitas Katolik Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah benar ada pengeroyokan atau tidak. Menurutnya, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan juga.
“Karena kasusnya itu kan juga meninggalnya itu kan, banyak hal yang memicunya kan ada, seperti diawali dengan minum-minuman keras, kan minumnya kan dua jenis minuman keras, arak bali dan apa namanya itu? Vodka,” kata Nicholas.
ADVERTISEMENT
“Dan dia juga jatuh nyungsep ke, nyungsep ke apa namanya, ke got atau selokan itu, itu kan dipikirkan,” tutur dia.
Polisi telah memeriksa 23 saksi, dari mahasiswa hingga pihak UKI. Prarekonstruksi digelar pada Rabu (26/3). Saat itu, ada sebuah adegan yang memperlihatkan Khenza cekcok dengan salah satu saksi.
Proses pra rekonstruksi polisi untuk kasus kematian mahasiswa UKI di Universitas Katolik Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sekilas Kasus

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (4/3) sekitar pukul 19.40 WIB, di taman perpustakaan kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, menurut keterangan saksi, sesaat sebelum kejadian sekitar pukul 16.30 WIB, korban bersama kedua temannya tengah minum miras jenis arak Bali.
Usai membeli minuman, korban dan rekan-rekannya yang berjumlah 6 orang minum-minum di taman perpustakaan kampus. Tiba-tiba pukul 18.00 WIB terjadi cekcok mulut yang belum diketahui penyebabnya.
Suasana pra rekonstruksi kasus kematian seorang mahasiswa di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Rabu (26/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Namun cekcok mulut itu segera mereda, dan mereka kembali minum-minum. Korban ternyata tak langsung pulang. Namun berteriak sambil menggoyangkan pagar hingga terjatuh.
ADVERTISEMENT
Saat saksi menghampiri korban, saat itu korban telah diangkat oleh orang tak dikenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah.