Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Polling: Apakah Sisa Makanan di Rumahmu Bertambah Selama Ramadan?
11 Maret 2025 14:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Bulan Ramadan mewajibkan umat Muslim untuk tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam dari waktu Subuh hingga Magrib selama 30 hari. Sedianya, sampah makanan pun mestinya berkurang karena umat Muslim tidak sarapan maupun makan siang.
ADVERTISEMENT
Namun pada kenyataannya, sampah makanan justru lebih banyak dihasilkan di bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hal ini biasanya disebabkan dari kebiasaan ‘lapar mata’ saat membeli makanan untuk berbuka puasa.
Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2023, jumlah sampah sisa makanan bahkan meningkat 10-20 persen di bulan Ramadan di banding biasanya.
"Dari data empirik kita selama puasa terjadi peningkatan 10 sampai 20 persen sampah sisa makanan," ujar Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar dalam sebuah diskusi daring dilansir dari Antara.
Sampah sisa makanan yang banyak ini kemudian akan didistribusikan dan membusuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) pun akan dihasilkan dengan jumlah yang lebih banyak dibanding biasanya. Gas-gas ini merupakan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
ADVERTISEMENT
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan sampah sisa makan di bulan Ramadan antara lain dengan menyadari kebutuhan makanan berbuka puasa dan membeli makanan secukupnya agar tidak ada makanan yang terbuang.
Lantas, apakah sampah sisa makanan kamu lebih banyak pada bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya? Berikan jawabanmu di polling kumparan di bawah ini. Sampaikan juga pendapatmu di kolom komentar.
Reporter: Aliya R Putri