Pratikno Minta Audit Infrastruktur Imbas Banjir: Ancaman di Depan Makin Berat

5 Maret 2025 13:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pratikno saat dipanggil menjadi salah satu menteri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Pratikno saat dipanggil menjadi salah satu menteri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, perlu dilakukan audit infrastruktur imbas banjir yang melanda Jabodetabek pada Selasa (4/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
Banjir terparah menimpa Bekasi dengan ketinggian hingga 3,5 meter. Ratusan ribu orang mengungsi.
Jalanan ambles di jembatan Kemang Pratama, Bekasi, Rabu (5/3). Foto: Abid Raihan/kumparan
Pratikno menekankan bahwa banjir sebagai salah satu bencana hidrometeorologi menjadi ancaman yang makin berat. Hal ini mengingat juga adanya fenomena perubahan iklim yang berujung pada bencana.
"Ini perubahan iklim ini, kan, hidrometeorologi menjadi sebuah ancaman bencana yang semakin berat. Oleh karena itu mengenai infrastruktur, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu hal yang penting," kata Pratikno kepada wartawan di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (5/3).
Dalam kesempatan yang sama, Pratikno juga menyebut bahwa pemerintah terus berkoordinasi ihwal penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir Jabodetabek.
Pantauan udara terkini bencana banjir di Bekasi. Foto: Dok. Istimewa
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah menggelar rapat koordinasi terkait penanganan tanggap darurat bencana tersebut. Salah satu keputusannya, kata dia, yakni pengerahan infrastruktur pemompaan air.
ADVERTISEMENT
"Kemarin siang kami juga rapat koordinasi, salah satu keputusannya adalah bahwa selain tanggap darurat kita juga mengerahkan infrastruktur untuk melakukan pemompaan air, dan lain-lain," tuturnya.
Petugas Dinas Bina Marga Jakarta Selatan melakuan perbaikan turap sisi jalan jembatan penghubung Bintaro-Pondok Pinang yang longsor akibat arus dari kali Pesanggrahan di Jalan Haji Muhi, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tak hanya itu, Pratikno menyebut bahwa penanganan banjir juga dilakukan dengan penambahan infrastruktur untuk operasi modifikasi cuaca.
"Jadi, karena, kan, menurut perkiraan BMKG dalam beberapa, masih sekitar 10 hari ke depan itu curah hujan diperkirakan masih tinggi," ucap dia.
"Oleh karena itu, untuk mengurangi curah hujan yang berlebihan, BNPB melakukan tambahan pesawat untuk modifikasi cuaca," pungkasnya.