Puas Makan Opor Ayam dan Nastar, Warga Jakarta Bakar Kalori di GBK

1 April 2025 19:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Safa (kanan) dan Siti (kiri) warga Cengkareng yang khusus datang ke GBK untuk berlari demi bakar sisa opor dan nastar Lebaran, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Safa (kanan) dan Siti (kiri) warga Cengkareng yang khusus datang ke GBK untuk berlari demi bakar sisa opor dan nastar Lebaran, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
ADVERTISEMENT
Safa (26) dan Siti (25) sedang melakukan pemanasan di area Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat. Mereka jauh-jauh datang dari Cengkareng, naik motor, untuk menguras habis sisa lemak dan kalori yang mereka timbun usai puas menyantap opor ayam dan kue nastar di hari Lebaran.
ADVERTISEMENT
Mereka mengakui karena Lebaran dietnya jadi gagal. Kudapan Lebaran yang tersaji di rumah, sukar ditolak.
"Karena habisin kue nastar nih, ya Allah, tolong gimana ya," ujar Safa, bercanda, ketika ditemui di GBK, Selasa (1/4).
Selain membakar kalori, ini adalah pelariannya dari kesibukan dunia. Juga, untuk melupakan sederet pertanyaan dari keluarganya soal menikah.
"Sama untuk move on dari pertanyaan-pertanyaan yang, you know-lah. Kapan nikah," tuturnya.
Keduanya senang lari di GBK, karena aman untuk pelari perempuan. Sebab jika lari di sekitar rumah, mereka rentan terkena catcalling.
Jarot (49) warga Rawamangun yang olahraga sore di GBK H+2 Lebaran, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
"Enakan di sini karena kalo di sini orang-orang udah fokus pada diri sendiri. Kalo di sana itu kayak ada catcalling segala macam, kurang aja," ceritanya.
ADVERTISEMENT
Meski keduanya mengaku aktif berolahraga, mereka berencana hanya akan berlari 5 km. Lalu, pulang usai makan malam di sekitar GBK.
Selain Safa dan Siti, kumparan juga bertemu dengan Jarot (49), warga Rawamangun. Beda dengan Safa dan Siti, Jarot memang rutin lari di GBK.
Bagi Jarot, lari adalah kebutuhan.
"Enggak, saya emang rutin lari di sini. Saya kaya punya kewajiban, kayak badan saya kalo enggak olahraga, tuh, kayak kurang," ucap Jarot.
Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti maraton pada Juni nanti. Jadi fisiknya harus prima sampai saatnya tiba.
"Saya mau ikut Jakim (Jakarta International Marathon, Juni). BTN Run, 42 kilo," ucap Jarot.