Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.86.0
Ridwan Kamil Mau Bangun Ciliwung Pakai Konsep Pentahelix, Apa Itu?
3 Oktober 2024 11:09 WIB
·
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Cagub Jakarta Ridwan Kamil menyusuri sungai Ciliwung di kawasan Condet, Jakarta Timur pada Kamis (3/10). Usai penyusuran, ia mengaku ingin bangun Ciliwung dengan konsep Pentahelix.
ADVERTISEMENT
Pentahelix merupakan konsep pembangunan dengan melibatkan 5 unsur atau stakeholders. Dalam hal ini, Ridwan Kamil ingin gabungkan pemerintah dan aparat penegak hukum, akademisi, komunitas, wirausaha, serta media.
“Saya akan realistis tapi juga idealis insyaallah kalau takdirnya ada, semua curhatan tadi direspons. Kalau sungai pernah punya pengalaman membuat Satgas Citarum ya, dengan konsep Pentahelix,” ujarnya.
“Jadi konsep Pentahelix akan dikembalikan, dihadirkan. Jadi ada pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan. Kemudian yang keduanya itu adalah akademisi, ketiganya komunitas, keempatnya wirausaha atau bisnis. Terakhir adalah media untuk mengedukasi juga,” tutur Ridwan Kamil yang didampingi politikus PKS Mardani Ali Sera.
Menurutnya, untuk menyelesaikan permasalahan di Ciliwung, dibutuhkan kombinasi ini. Jika hanya pemerintah yang bergerak, artinya kekuatan untuk pembenahan hanya 20%.
ADVERTISEMENT
“Nah kombinasi pentahelix untuk menyelesaikan masalah Ciliwung mungkin akan kita hadirkan juga sebagai konsep membangun bersama-sama. Kalau hanya mengandalkan pemerintah kan tadi, penta itu kan lima. Kalau hanya pemerintah berarti hanya 20 persen kekuatan, nggak bisa,” tuturnya.
Dalam membangun dan membenahi Ciliwung nanti, RK mengaku akan buatkan satgas Ciliwung. Ia mengaku akan langsung membuatnya di awal jabatan bila terpilih.
“Nah itu mungkin komitmennya nanti di tahun-tahun pertama Satgas Ciliwung kita hadirkan dengan konsep Pentahelix, mudah-mudahan lebih baik,” jelasnya.
Sebelumnya, RK diundang untuk bertemu dengan padepokan Condet Ciliwung. Para tokoh padepokan ini curhat pada RK.
Salah satu curhatan itu adalah masalah Condet yang merupakan cagar budaya Jakarta mulai pudar. Mereka ingin Condet kembali seperti dulu, ditanami 80% pohon.
ADVERTISEMENT
Mereka juga ingin, Ciliwung dan sejumlah sungai lainnya di Jakarta dapat menjadi sumber penghasilan untuk para warganya. Selain itu, mereka juga menuntut diadakannya ruang terbuka hijau di bantaran sungai.