Rizieq: Maaf, DPR Lebih Mikirin Pensiunan Jenderal TNI-Polri Biar Dapat Kerja

2 April 2025 18:18 WIB
·
waktu baca 3 menit
Wamenaker Immanuel Ebenezer bertemu dengan pendakwah Habib Rizieq Syihab di Habib Rizieq Shihab Center, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).  Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamenaker Immanuel Ebenezer bertemu dengan pendakwah Habib Rizieq Syihab di Habib Rizieq Shihab Center, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
ADVERTISEMENT
Habib Rizieq Syihab menyinggung soal jumlah pengangguran di Indonesia. Menurutnya, kondisi saat ini sudah memprihatinkan sebab banyak perusahaan yang bangkrut hingga harus mem-PHK para karyawannya.
ADVERTISEMENT
Ia menilai dalam situasi saat ini, DPR sebagai wakil rakyat justru lebih memikirkan soal pensiunan TNI-Polri. Hal ini ia sampaikan saat bersilaturahmi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) yang juga eks Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman).
"Maksud saya begini Pak Noel, wakil-wakil rakyat yang di DPR maaf lebih banyak mikirin bagaimana Jenderal TNI dan Polri ketika pensiun supaya mendapat pekerjaan, supaya diperpanjang masa jabatannya. Setelah pensiun 'dikaryakan' di berbagai BUMN sementara prajurit-prajuritnya saudara baik TNI-Polri ya begitu-begitu saja mereka memperjuangkan petinggi," Rizieq di Habib Rizieq Syihab Center, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/4).
Menurut Rizieq, anggota TNI yang sudah berpangkat tinggi termasuk jenderal, sudah memiliki gaji yang cukup serta jaminan saat pensiun nanti. Sehingga tidak perlu repot memikirkan nasib mereka saat masuk masa pensiun nanti.
ADVERTISEMENT
"Ini sipil banyak yang pengangguran, kenapa mesti pensiunan jenderal masuk jadi komisaris-komisaris di berbagai BUMN dengan gaji ratusan juta per bulan, sementara masyarakat yang mendapat gaji sekali UMR aja girang, guru-guru di pelosok Rp 300 ribu per bulan kadang Rp 500 ribu, mestinya ini dulu yang harus dipikirkan oleh DPR," ujarnya.
Rizieq pun menitipkan pesan kepada Noel. Ia minta agar masalah pengangguran di Indonesia juga ikut dipikirkan.
"Jangan memikirkan fokus urusan mereka [TNI-Polri-] sampai pensiun dipikirkan, sedangkan masyarakat sipil ratusan juta masih jadi pengangguran. Ini tugas Pak Noel, nih, perjuangan kita akan dukung beliau, setuju? Takbir!" tuturnya disambut takbir hadirin.

Naikkan Gaji TNI-Polri

Habib Rizieq Shihab menyampaikan sambutan saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Meski begitu Rizieq tetap ingin TNI-Polri memiliki hidup yang sejahtera. Salah satunya dengan memberikan gaji dan fasilitas yang layak.
ADVERTISEMENT
"TNI-Polri juga banyak yang perlu diperjuangkan, saya setuju naikkan saja gaji polisi, gaji Kapolri, gaji TNI, silakan naikkan gaji TNI-Polri yang besar, kasih perumahan, kasih kendaraan yang bagus, jamin anak-anak mereka sampai tingkat universitas, tapi mereka harus fokus kepada tugas mereka," ujar Rizieq.
Menurut Rizieq, TNI-Polri biar fokus mengurusi pertahanan negara. Jangan sampai mereka justru ikut dalam berbisnis.
"Jangan urusi bisnis, jangan urusi perbankan, saham, ini mau jaga keamanan apa mau dagang?" tuturnya.
"Enggak perlu mereka dimasukkan ke bisnis, ke ruang sipil nanti enggak fokus pertahanan negara," tambahnya.

Komentari Ijazah Jokowi

Foto skripsi Jokowi Foto: Dok. ugm.ac.id
Dalam kesempatan itu, Rizieq juga ikut berkomentar soal ijazah S1 Jokowi yang kembali ramai diperbincangkan. Ia bilang masalah itu sebenarnya bisa selesai jika pemilik ijazah menunjukkan dokumen asli tanda kelulusan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Bisa kecil bisa besar, betul kata Pak Noel, bisa jadi masalah besar, betul juga Pak Noel bisa jadi masalah kecil. Kecilnya kalau bagaimana? Kalau Jokowi langsung tunjukin ijazahnya, selesai itu masalah," ujar Rizieq.
"Ini jadi besar gara-gara itu ijazah diumpetin terus," tambahnya.
Ijazah dan skripsi Jokowi kembali ramai diperbincangkan karena dituding palsu. Tudingan itu disampaikan oleh mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, yang meragukan skripsi Jokowi.
Teman-teman Presiden Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM ramai-ramai memamerkan ijazahnya saat di Fakultas Kehuatanan UGM, Jumat (21/10). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Rismon menyebut, lembar pengesahan di sampul skripsi Jokowi menggunakan font Times New Roman, yang menurutnya belum ada pada tahun 1980-an hingga 1990-an.
Namun tudingan itu dibantah oleh pihak UGM yang merupakan kampus Jokowi saat menempuh pendidikan S1.
Menurutnya pada periode itu font yang mirip Times New Roman sudah banyak digunakan. Terutama untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di tempat percetakan.
ADVERTISEMENT
“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” kata Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, dikutip dari situs resmi UGM, ugm.ac.id, Sabtu (22/3).