Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
RS Mitra Sejati Sebut Polemik Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin Sudah Selesai
4 Maret 2025 17:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan, Sumatera Utara buka suara terkait kasus amputasi kaki pasien tanpa izin. Kata mereka, insiden ini berakhir damai.
ADVERTISEMENT
Menurut RSU Mitra Sejati, insiden ini muncul karena adanya perbedaan. Suami korban, yakni Everedy Sembiring sudah menandatangani persetujuan amputasi jari telunjuk kaki. Tapi, justru kaki korban yang diamputasi.
“Urusannya sudah selesai sudah ada perdamaian hanya kesalahpahaman saja,” kata Humas dan Legal RSU Mitra Sejati Erwinsyah Dimyati Lubis saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (4/3).
Saat disinggung soal salah paham yang dimaksud, Erwinsyah enggan bicara lebih jauh.
“Intinya sudah berdamai, urusan sudah selesai,” katanya singkat.
Kasus ini sebelumnya sudah dilaporkan oleh suami korban yakni Everedy Sembiring ke Polda Sumut. Laporan tersebut terregister dengan nomor LP STLP/B/303/III/2025/SPKT/POLDASUMUT per tanggal 3 Maret 2024.
Dalam laporan itu, kejadian bermula saat Everedy membawa istrinya ke RSU Mitra Sejati. Karena, korban mengalami luka di jari telunjuk dan sudah menghitam akibat diabetes.
ADVERTISEMENT
Kemudian, dokter AT yang menangani korban, menyarankan agar jari telunjuk kaki itu diamputasi.
Lalu, pada Senin (24/2) korban dioperasi pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga dipanggil oleh pihak rumah sakit untuk menerima kaki korban yang sudah diamputasi. Lalu, keluarga korban pun kaget.
“Sudah diterima laporannya ya dan akan ditindaklanjuti,” kata Siti.
Dinkes Sumatera Utara: Jaringan Sudah Mati Sampai Atas
Di sisi lain, Dinkes Sumut membeberkan awal mula kejadian amputasi tanpa izin itu.
“Nah jadi pada saat diambil tindakan operasi itu kan kondisinya ternyata jaringan itu yang mati sudah menyebar ke atas bukan hanya di jari saja,” kata dia.
“Nah pada saat mau di-confirm kembali, keluarga ibu itu enggak di dekat ruang operasi,” sambungnya.
ADVERTISEMENT
Jadi, kata Faisal, pihak medis harus segera mengambil keputusan. Sebab, operasi juga sedang berlangsung.
“Sementara ini kan harus diambil tindakan karena sedang proses operasi berjalan, tapi dipanggil beberapa kali keluarganya enggak ada yang hadir,” kata dia.