Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Saat Warga Bahagia Wisata Lebaran ke Tebet Eco Park: DKI Harus Perbanyak Taman
2 April 2025 14:14 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Tebet Eco Park di Tebet, Jakarta Selatan, menjadi sasaran warga untuk menghabiskan waktu pada H+2 Lebaran, Rabu (2/4). Warga baik dari dalam mau pun luar ibu kota meminta taman seperti ini di Jakarta diperbanyak lagi jumlahnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu warga menyampaikan permintaan itu adalah Fahmi. Ia mengatakan pengalamannya liburan di Tebet Eco Park berbekas sangat baik bagi dirinya.
Bukan tanpa alasan, warga Depok berusia 50 tahun itu melihat Tebet Eco Park punya banyak nilai plus seperti adem, luas, bersih, fasum komplit sampai gratis masuk.
Tanpa ragu Fahmi menginginkan taman-taman serupa menjamur di Jakarta. Jika sudah terwujud Fahmi berharap otoritas terkait bisa memelihara taman-taman itu.
“Kalau bisa sih iya (taman-taman ditambah), terutama di Jakarta ya, yang penting dirawatnya sih. Walaupun dibikin pertama jadi, tapi kalau nggak dirawat ya. Ya ngeliat ke Pemda selanjutnya kan,” ujar dia saat ditemui di lokasi.
Senada dengan Fahmi, Rini (45 tahun) yang merupakan warga Setiabudi, Jaksel, juga meminta Pemprov Jakarta untuk menambah taman seperti Tebet Eco Park.
ADVERTISEMENT
“Ya iyalah pasti, namanya juga Jakarta ya, kita taman sedikit, terus polusi udara, bagus lah ada taman kayak begini jadi tempat rekreasi juga,” ucap dia.
Menurut Rini, kalau pun tidak ditambah, Pemprov Jakarta diharapkan bisa memperbaiki taman lainnya sehingga selengkap Tebet Eco Park. Menurutnya, hanya Tebet Eco Park yang paling nyaman untuk bersantai.
“Kalau di sini kan tinggal gelar tikar udah bisa buat baca buku. Saya biasanya kalau anak saya main paling baca buku ya di situ aja nungguin, dengerin musik. Nyantai, di antara pepohonan adem-adem begini,” ucapnya.
Selain Fahmi dan Rini, ada Sri Wahyuni (43 tahun) yang jauh-jauh datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat untuk menjajal Tebet Eco Park. Katanya, kehadiran taman ini menjadi penyegar di tengah sumpeknya Jakarta.
ADVERTISEMENT
“Enak, tempat sejuk kayak gini. Enak. Sejuk. Pemandangannya gitu kan. Udah gitu, kan, Jakarta, kan, padet gitu, kan. Padet Jakarta. Kayak gini kan enak jadi sejuk,” ujar dia.
Sri bercerita bahwa taman seperti Tebet Eco Park tidak ada di Tasikmalaya. Ia pun berharap taman seperti ini bisa dibangun di area tempat tinggalnya itu.
“Iya yang kayak gini, berharap juga (ada) di Tasik, permainannya deh kalo di Tasik, perosotan doang kalo permainannya,” ujar dia.
Tebet Eco Park buka setiap harinya dari pukul 06.00 WIB pagi hingga 20.00 WIB malam.
Per 2024 dikutip dari situs DPRD DKI Jakarta luas ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta hanya sekitar 5.2 persen atau 33.34 juta meter persegi. Taman-taman kota termasuk di dalam RTH.
ADVERTISEMENT
Angka itu masih jauh dari standar ideal RTH wilayah kota yang sudah diatur dalam Undang Undang yaitu 30 persen dari luas wilayah.