Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Seskab TNI-Polri dari Masa ke Masa: Letjen Jamin Ginting hingga Letkol Teddy
14 Maret 2025 11:35 WIB
·
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
Sejak berdirinya Republik Indonesia, peran Sekretaris Kabinet (Seskab) telah mengalami transformasi signifikan, mencerminkan dinamika hubungan antara sipil dan militer dalam pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Beberapa tokoh militer dan polisi telah mengisi posisi ini.
Berikut adalah perjalanan Seskab berlatar belakang TNI-Polri dari masa ke masa.
Letnan Jenderal Jamin Ginting
Letnan Jenderal Jamin Ginting adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya di Sumatera Utara. Setelah kemerdekaan, ia melanjutkan karier militernya dan mencapai pangkat letnan jenderal.
Letnan Jenderal (Letjen) Jamin Ginting menjabat sebagai Sekretaris Kabinet pada masa Kabinet Dwikora yang Disempurnakan, berdasarkan Keppres No.42 Tahun 1966 tanggal 1 Maret 1966. Ia menjabat dari 1 Maret 1966 hingga 27 Maret 1966.
Jenderal Hoegeng
Jenderal Hoegeng Iman Santoso dikenal sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran.
Hoegeng menjabat sebagai Sekretaris Kabinet pada masa Kabinet Dwikora yang Disempurnakan II, dari 27 Maret 1966 hingga 25 Juli 1966 berdasarkan Keppres No.63 Tahun 1966.
ADVERTISEMENT
Kepemimpinannya yang tegas dan jujur menjadikannya teladan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Kolonel Sudharmono
Sudharmono lahir pada 12 Maret 1927 di Gresik, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada tahun 1945, ia bergabung dengan tentara selama Revolusi Nasional Indonesia dan menjabat sebagai Komandan Divisi Ronggolawe.
Setelah pengakuan kedaulatan, Sudharmono melanjutkan pendidikan hukumnya di Akademi Hukum Militer dan lulus pada tahun 1956. Ia kemudian bertugas sebagai Jaksa Angkatan Darat di Medan dari 1957 hingga 1961.
Pada tahun 1968, setelah meninggalkan dinas militer, Sudharmono diangkat sebagai Sekretaris Kabinet dan Ketua Dewan Stabilitas Ekonomi oleh Presiden Soeharto.
Kolonel Sudharmono pertama kali menjabat sebagai Sekretaris Kabinet pada masa Kabinet Ampera, dari 3 Agustus 1966 hingga 11 Oktober 1967 berdasarkan Keppres No.63 Tahun 1966.
ADVERTISEMENT
Mayor Jenderal Sudharmono
Setelah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, karier Sudharmono terus menanjak. Ia diangkat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada tahun 1970, posisi yang memungkinkannya membantu Presiden Soeharto dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari.
Ia kemudian merangkap jabatan dan kembali sebagai Sekretaris Kabinet pada Kabinet Pembangunan II (28 Maret 1973-29 Maret 1978) Berdasarkan Keppres No.9 Tahun 1973, tanggal 28 Maret 1973.
Kemudian ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet hingga Kabinet Pembangunan III (29 Maret 1978-19 Maret 1983) berdasarkan Keppres No.59/M Tahun 1978, tanggal 29 Maret 1978.
Pada tahun 1983, dengan dukungan Soeharto, Sudharmono terpilih sebagai Ketua Golkar, organisasi politik dominan saat itu. Puncak karier politiknya adalah saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993.
ADVERTISEMENT
Letnan Jenderal Sudi Silalahi
Letnan Jenderal TNI (Purn) Sudi Silalahi lahir pada 13 Juli 1949 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1972 dan memiliki karier militer yang cemerlang. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Wakil Assospol Kasospol ABRI (1996–1997), Kepala Staf Kodam Jaya (1998), dan Pangdam V/Brawijaya (1999).
Setelah pensiun dari militer, Sudi Silalahi memasuki dunia pemerintahan. Ia menjabat sebagai Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong Royong (Oktober 2001–Juli 2004). Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sudi Silalahi diangkat sebagai Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004–2009 berdasarkan Keppres No.188/M Tahun 2004
Selanjutnya, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009–2014. Sudi Silalahi dikenal sebagai sosok yang loyal dan dipercaya oleh Presiden Yudhoyono. Ia meninggal dunia pada 25 Oktober 2021 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya
Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya adalah perwira menengah TNI Angkatan Darat yang meniti karier cemerlang. Ia lulus dari Akademi Militer pada tahun 2011 dan pernah menjabat sebagai asisten ajudan Presiden Joko Widodo dari 2014 hingga 2019.
Setelah itu, Teddy melanjutkan pendidikan militernya di Amerika Serikat dan berhasil meraih Tab Ranger, sebuah prestasi yang jarang dicapai prajurit TNI. Pada tahun 2020, ia ditunjuk sebagai ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Pada Oktober 2024, Teddy diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, sebuah posisi yang biasanya diisi oleh pejabat sipil. Kenaikan pangkatnya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel juga jadi perbincangan.