Tim Bantuan RI Langsung Kerja di Myanmar, Evakuasi 3 Jenazah Korban Gempa 7,7 M

3 April 2025 12:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR.  Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
zoom-in-whitePerbesar
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR. Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
ADVERTISEMENT
Tim Misi Kemanusiaan dari Indonesia langsung bekerja begitu tiba di Myanmar. Mereka mengevakuasi tiga korban jiwa akibat gempa di Myanmar pada Kamis (3/4) hari ini.
ADVERTISEMENT
"Pada hari ini tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Selain melaksanakan operasi SAR, Tim Indonesia melakukan pelayanan medis kepada warga Myanmar dan membuka pos kesehatan darurat di sekitar Base of Operation (BoO) Tim INASAR.
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR. Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
Abdul Muhari menjelaskan, tim misi kemanusiaan dari Indonesia untuk penanganan bencana gempa di Myanmar telah mendarat di Bandara Naypyidaw pada Selasa (1/4) pukul 14.00 waktu setempat.
Tim terdiri dari personel Indonesia Search and Rescue (INASAR), anggota TNI, dan beberapa perwakilan lembaga.
Setibanya di Myanmar, tim INASAR langsung menuju lokasi Base of Operation (BoO) yang terletak di wilayah Naypyidaw untuk bergabung dengan tim USAR dari negara lain.
ADVERTISEMENT
"Dan berkoordinasi dengan Tim USAR Singapura selaku koordinator wilayah sektor pencarian di Naypyidaw dan Mandalay," ucap dia.
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR. Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
Kegiatan tim pencarian dari Indonesia dimulai pada Rabu (2/4) dengan diawali dengan berkoordinasi dengan Deputy Minister for Emergency Myanmar.
Pertemuan ini difasilitasi dari ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center).
Adapun tim Indonesia diwakili oleh Wahyudi dari Basarnas, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dari BNPB, dan Dumas Amali Radityo dari PWNI-Kemlum. Selanjutnya, tim Indonesia juga menemui Director General dan Fire Brigade Commander Myanmar untuk permintaan penugasan.
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR. Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
Tim INASAR diarahkan untuk melakukan asesmen dan perbantuan di perumahan pegawai negeri sipil daerah Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw Myanmar yang runtuh dan diperkirakan masih ada korban tertimbun.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Tim INASAR yang dibagi menjadi tim Alfa dan Bravo dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses operasi USAR di wilayah yang telah ditentukan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan tim dari Indonesia akan melanjutkan pemetaan worksite yang diduga masih banyak korban jiwa yang terjebak di reruntuhan melalui aplikasi ICMS.
"Serta melakukan evakuasi korban terdampak gempa magnitudo 7,7," ucap dia.