TNI Doa Bersama Jelang HUT ke-74, Doakan Papua dan Korban Bencana

30 September 2019 19:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Acara doa bersama untuk kelancaran HUT ke-74 TNI, di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acara doa bersama untuk kelancaran HUT ke-74 TNI, di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar doa bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Acara ini diadakan dalam rangka menyambut HUT ke-74 TNI yang akan diperingati Sabtu (5/10) mendatang.
ADVERTISEMENT
Pantauan di lokasi, Senin (30/9) petang, ratusan personel TNI telah memenuhi lapangan tempat doa bersama digelar. Selain itu, keluarga besar ibu-ibu Dharma Pertiwi hingga personel polisi juga tampak hadir di lokasi.
Personel TNI mengenakan seragam ditambah dengan peci di kepala. Sementara Dharma Pertiwi mengenakan busana muslimah beserta mukena.
Acara doa bersama untuk kelancaran HUT ke-74 TNI, di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Hadir dalam acara tersebut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutrisna, hingga Wakapolri Komjen Ari Dono.
Kegiatan bertajuk ‘Doa Bersama HUT ke-74 TNI dan untuk Pahlawan Revolusi’ itu dimulai dengan alunan salawat diiringi rebana yang dimainkan prajurit. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan salat magrib berjemaah.
“Doa bersama ini sesungguhnya tidak hanya ditujukan pada TNI yang akan ulang tahun pada 5 Oktober nanti. Tapi lebih luas lagi, kita berdoa bagi bangsa dan NKRI tercinta ini,” ujar Siwi Sukma Adji dalam sambutannya, mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang berhalangan hadir.
ADVERTISEMENT
Acara doa bersama untuk kelancaran HUT ke-74 TNI, di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (30/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Siwi mengatakan, saat ini Indonesia tengah dihadapkan berbagai tantangan. Mulai dari bencana alam hingga kerusuhan. Karena itu, doa bersama ini juga diperuntukkan bagi para korban.
“Kita alami bersama gempa, letusan gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat, demonstrasi yang berujung kerusuhan, hiruk pikuk pilkada serentak dan pemilu,” ujarnya.
“Usia 74 tahun ternyata belum cukup dewasa agar kita saling menghargai dan menghormati, menyadari perbedaan dan menjadikan kekuatan bahu membahu dalam pembangunan,” sambungnya.
Usai sambutan, acara diisi dengan tausiyah oleh Maulana Habib Luthfi atau Habib Luthfi. Setelah tausiyah, zikir dan doa bersama dipimpin oleh Rais Syuriyah PBNU, Musthofa Aqil Siroj.