Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
TNI Kirim Tim SAR, Kapal RS hingga Helikopter Bantu Korban Gempa Myanmar
30 Maret 2025 17:12 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
TNI bakal mengirimkan pasukan search and rescue (SAR) dan tim medis untuk membantu proses evakuasi korban gempa di Myanmar yang terjadi pada Jumat (28/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menyebut bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menghadiri rapat yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno terkait pengiriman bantuan tersebut, Minggu (30/3).
"Betul, hari ini Panglima TNI menghadiri rapat Zoom yang dipimpin oleh Menko PMK, dan TNI akan menyiapkan pasukan tim SAR, evakuasi medis, tim Zeni," kata Kristomei kepada wartawan, Minggu (30/3).
Misi kemanusiaan yang disiapkan ini mencakup operasi pencarian dan penyelamatan, evakuasi medis, distribusi logistik kemanusiaan, pendirian pos medis lapangan, serta dukungan stabilisasi awal di wilayah terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk sekitar 230.000 pengungsi yang membutuhkan pertolongan segera.
Untuk mendukung kelancaran operasi, TNI akan mengerahkan alutsista berupa KRI Rajiman (Kapal Rumah Sakit), pesawat C-130 Hercules, helikopter Caracal, dan helikopter Super Puma. Sebanyak 312 personel dari berbagai satuan juga akan diterjunkan guna memastikan keberhasilan misi kemanusiaan ini.
ADVERTISEMENT
"Kapal rumah sakit KRI Rajiman, 3 pesawat C-130/Hercules, 1 Heli Super Puma dan 3 Heli caracal untuk misi kemanusiaan korban bencana alam gempa bumi di Myanmar," ungkap dia.
Kristomei menyebut bahwa Panglima TNI juga telah memerintahkan satuan yang akan terlibat misi kemanusiaan untuk mengecek dan menyiapkan personel, peralatan dan perlengkapan, dan alutsista yang akan digunakan.
"[Berangkat] ke Myanmar, wilayah yang paling terdampak dan korbannya paling banyak," ucapnya.
Lebih lanjut, Kristomei menjelaskan bahwa keberangkatan pasukan dan pengiriman bantuan itu akan berlangsung secara bertahap. Ia mengungkapkan bahwa untuk tim advance akan diberangkatkan pada Senin (31/3) besok.
Kemudian, tim SAR bakal berangkat pada Selasa (1/4) dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules. Lalu, tim medis dan bantuan logistik lainnya akan dikirimkan pada Kamis (3/4) mendatang.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, Jumat (28/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
Gempa yang berpusat dekat Mandalay ini mengakibatkan gedung-gedung runtuh, jalan retak, hingga jembatan ambruk.
Tak hanya itu, gempa dahsyat itu juga terasa hingga Bangkok, Thailand. Hingga saat ini, setidaknya sebanyak 1.644 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa ini.
Sementara itu, korban luka-luka mencapai 3.408 orang dan 139 orang lainnya dilaporkan masih hilang.