Uji Serangan, China Gelar Latihan Perang Besar di Sekitar Taiwan

2 April 2025 10:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jet tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara Taiwan lepas landas dari Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Kamis (2/4/2025). Foto: I-HWA CHENG/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Jet tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara Taiwan lepas landas dari Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Kamis (2/4/2025). Foto: I-HWA CHENG/AFP
ADVERTISEMENT
China menggelar latihan perang skala besar di sekitar Taiwan pada Selasa (2/4). China dalam keterangannya menyatakan, latihan ditujukan untuk menguji serangan presisi dan memblokade Taiwan.
ADVERTISEMENT
Tindakan China memicu kemarahan Taiwan. Pemerintahan Taiwan menyebut China sebagai biang masalah dunia.
Selain mengecam , Taiwan mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur ke kawasan latihan perang China, demikian dikutip dari AFP.
Latihan perang sendiri digelar setelah pernyataan Menhan Amerika Serikat Pete Hegseth perihal konflik China-Taiwan. Dia menuduh China sebagai pihak agresif memicu konflik.
Jet tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara Taiwan bersiap lepas landas dari Pangkalan Udara Hsinchu di Hsinchu, Kamis (2/4/2025). Foto: I-HWA CHENG/AFP
Adapun menurut keterangan Kemhan Taiwan, dalam latihan perang itu, China mengerahkan 21 kapal perang. Terdapat pula 71 pesawat tempur dan empat kapal penjaga pantai yang ikut serta.
Sampai saat ini China belum dilaporkan melepaskan tembakan. Akan tetapi menurut Kemhan Taiwan latihan pada Selasa ini merupakan pengerahan kapal perang terbesar China sejak Mei 2024 lalu.
Sementara itu, Pemerintah China menegaskan latihan perang merupakan peringatan keras dan tindakan pencegahan atas upaya separatisme Taiwan.
ADVERTISEMENT
“Latihan tersebut melibatkan patroli kesiapan tempur laut-udara, perebutan bersama keunggulan menyeluruh, penyerangan terhadap target maritim dan darat, dan blokade terhadap area-area penting dan jalur laut," kata juru bicara Komando Teater Timur militer China Kolonel Senior Shi Yi seperti dikutip dari AFP.
Tensi antara kedua negara meningkat setelah pelantikan Presiden Taiwan William Lai pada Mei 2024. China menyebut Lai sebagai sosok separatis.
Kendaraan militer milik China tampak terparkir di Shenzhen Bay Sports Center, Shenzhen, China, dekat dengan perbatasan Hong Kong. Foto: Reuters

Konflik

Konflik China dan Taiwan bermuara pada perang saudara pada 1949. Saat itu tokoh nasionalis dari Kuomintang Chiang Kai-shek kabur setelah ke Taiwan setelah kalah dari pasukan komunis pimpinan Mao Zedong.
Taiwan lalu menyatakan sebagai negara berdaulat dan bukan bagian dari pemerintahan komunis. Pernyataan Taiwan ditolak China dan mereka tetap menganggap pulau itu bagian negaranya.
ADVERTISEMENT
Saat ini cuma 11 negara dunia dan Vatikan yang masih mengakui kedaulatan Taiwan.