Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Yoon Suk-yeol Resmi Dimakzulkan, Apa yang Selanjutnya Akan Terjadi?
4 April 2025 11:06 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Mahkamah Konstitusi Korsel resmi memakzulkan Presiden Yoon Suk-yeol dari posisinya. Yoon dimakzulkan buntut deklarasi darurat militer yang bertahan singkat pada Desember 2024.
ADVERTISEMENT
Setelah Yoon resmi dimakzulkan, langkah apa yang harus diambil Korsel selanjutnya?
Dikutip dari Reuters, Jumat (4/4), dengan resminya pemakzulan Yoon maka Korsel harus menggelar pemilihan presiden dalam 60 hari ke depan. Sampai hari itu, Menteri Keuangan Choi Sang-mok tetap menjabat sebagai penjabat presiden.
Presiden baru akan segera menjabat begitu Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasilnya.
Pemakzulan presiden terakhir kali dilakukan pada 2017. Saat itu, Park Geun-hye dimakzulkan pada 9 Maret 2017 dan pemilihan presiden digelar pada 9 Mei 2017. Pengganti Park langsung dilantik sehari setelah pemungutan suara.
Jajak pendapat menunjukkan pemimpin oposisi Lee Jae-myung, yang kalah tipis dari Yoon dalam pemilihan presiden 2022, mempertahankan keuntungannya untuk pemilihan dadakan, tanpa meninggalkan penantang utama.
ADVERTISEMENT
Sebagai orang luar populis dan mantan gubernur provinsi terpadat di Korsel, Lee dirundung masalah hukum dan skandalnya sendiri yang dapat menghalangi dirinya untuk maju di pemilihan. Dia menghadapi sidang sejumlah kasus mulai dari suap hingga skandal terkait pengembangan properti.
Apa yang harus dilakukan pemimpin baru yang menggantikan Yoon?
Siapa pun yang akan memenangkan pemilihan presiden, prioritasnya adalah menciptakan stabilitas politik dalam negeri dan menghadapi tugas berat dalam menghadapi Presiden AS Donald Trump.
Trump menekan sekutunya dengan tarif dagang dan meminta Korsel membayar lebih untuk prajurit AS yang ditempatkan di sana.
Ketegangan di Semenanjung Korea juga masih tinggi. Yoon mengambil sikap keras terhadap Korut, di tengah kemajuan kemampuan militer dan antariksa Pyongyang, serta hubungan yang menghangat dengan Rusia.
ADVERTISEMENT
Korsel menangguhkan pakta militer dengan Korut yang berarti mengurangi tensi militer dengan mengekang latihan tembak langsung di perbatasan. Konstitusi Korut pun telah menetapkan Korsel sebagai musuh utama.
Apa yang selanjutnya terjadi kepada Yoon?
Dalam proses pidana terpisah, Yoon pada Januari lalu didakwa atas tuduhan pemberontakan yang berpotensi dihukum maksimal seumur hidup atau hukuman mati, meski Korsel sudah tidak mengeksekusi mati seseorang dalam beberapa dekade.
Yoon pun membantah dia mendalangi pemberontakan.
Yoon juga sempat dipenjara dan menjadi presiden Korsel pertama yang ditahan pada Januari lalu. Sebelum ditahan, Yoon sempat beberapa kali menentang upaya penyidik untuk memeriksanya dalam kasus pidana.
Akhir dari krisis politik Korsel?
Pemakzulan Yoon merupakan puncak dari krisis politik Korsel yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Selama itu pula, masyarakat Korsel turun ke jalan melakukan aksi protes, baik itu yang anti dan pro Yoon.
ADVERTISEMENT
Pergolakan itu semakin mengungkap keretakan sosial antara kaum konservatif dan liberal, dan meningkatkan tekanan pada lembaga negara dan militer yang berada dalam kebingungan apakah akan menegakkan darurat militer.
Masih belum jelas apakah pendukung Yoon akan menerima putusan pengadilan atau tetap melanjutkan demonstrasi.