Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
YouTuber Tersohor Pakistan Didakwa Penistaan Agama karena Parfum
26 Maret 2025 11:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Bintang YouTube Pakistan, Rajab Butt, didakwa atas tuduhan penistaan agama setelah meluncurkan parfum dengan nama yang merujuk pada undang-undang penistaan dalam hukum pidana Pakistan.
ADVERTISEMENT
Parfum bernama “295” itu mengacu pada pasal yang kerap digunakan dalam kasus penistaan agama di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.
Butt yang sebelumnya menghadapi kasus serupa tahun lalu, mengatakan nama itu terinspirasi dari kasus yang pernah menjeratnya.
Namun, publikasi parfum itu pun memicu protes.
Partai Islam konservatif Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) melaporkan Butt ke polisi pada Senin malam (25/3).
Pemimpin TLP, Haider Ali Shah Gillani, menilai nama parfum itu sebagai bentuk penghinaan.
“Ada banyak pasal dalam KUHP, mengapa dia memilih pasal yang berkaitan dengan penistaan agama?” kata Gillani kepada AFP.
“Ini seolah-olah mengakui pelanggaran dan merayakannya. Ini upaya menormalisasi tindakan tersebut,” tambahnya.
Polisi menerbitkan dakwaan terhadap Butt pada Selasa (26/3), mencantumkan pasal penistaan agama dan kejahatan dunia maya. Tuduhan itu membawa ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun.
ADVERTISEMENT
Pada Minggu (24/3), YouTuber dengan 6,2 juta pengikut itu mengunggah video permintaan maaf.
Sambil memegang Al-Qur’an, ia menegaskan tidak bermaksud melecehkan agama dan menghentikan produksi parfum tersebut.
Namun, pada Selasa malam, ia membuat video lain dari Makkah, mengenakan pakaian haji dengan latar belakang Kakbah.
“Tuduhan terhadap saya, terutama pasal 295, tidak benar. Saya dituduh dan didakwa secara tidak adil,” katanya.
Ia juga menyebut telah menjadi target fatwa.
Selain kasus ini, Butt pernah terseret masalah hukum lain.
Pada Januari, ia mengaku bersalah karena memiliki anak singa tanpa dokumen resmi setelah menerima hewan itu sebagai hadiah pernikahan.
Ia lolos dari hukuman penjara dengan janji mengunggah video tentang hak-hak binatang selama satu tahun.
ADVERTISEMENT