Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Banyak Peminat, Inden Mobil Hybrid Toyota di AS Bisa 2,5 Tahun
4 April 2025 6:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Toyota menjadi pemimpin pasar mobil hybrid secara global pada tahun lalu. Bahkan, saat ini Toyota masih berusaha memenuhi pesanan mobil hybrid di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Carscoops melaporkan, banyaknya permintaan mobil hybrid pada tahun 2024 jadi salah satu alasan pabrikan asal Jepang ini belum mau berkomitmen dengan kendaraan listrik.
Sebagai pemimpin kendaraan hybrid di pasar global, Toyota masih berusaha memenuhi permintaan mobil ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.
Salah satu negara yang mengalami keterlambatan pengiriman adalah pasar Amerika Serikat. Banyak konsumen yang harus menunggu mobil hybrid selama berbulan-bulan.
Beberapa sumber Carscoops mengungkapkan, krisis mobil hybrid Toyota juga terjadi di Eropa, Jepang, China, dan India. Di pasar India, konsumen harus menunggu dua sampai 9 bulan tergantung mobil hybrid yang diinginkan konsumen.
Sama halnya di Eropa, inden mobil hybrid Toyota meningkat hingga dua kali lipat sejak 2020. Umumnya, konsumen hanya perlu inden selama 60 hingga 70 hari.
ADVERTISEMENT
Kendala pasokan komponen, bikin inden mobil hybrid Toyota mengular
Selain lonjakan permintaan mobil hybrid Toyota, ternyata beberapa komponen mobil hybrid yang dibutuhkan Toyota juga mengalami hambatan.
Beberapa sumber Reuters yang merupakan tokoh industri mengungkapkan, ada kesulitan bahan baku rantai pasokan untuk mobil hybrid Toyota. Salah satunya adalah kekurangan magnet yang dipasok oleh produsen komponen Aisin Corp milik Toyota yang menyebabkan keterlambatan pengiriman motor hybrid.
Selain itu, Denso juga mengalami kendala pada pemasok lapis kedua dan ketiga yang mengakibatkan molornya pengiriman komponen inverter.
Toyota membenarkan, adanya lonjakan permintaan mobil hybrid secara signifikan pada tahun lalu hampir di semua wilayah. Pihaknya juga sudah bersinergi dengan pemasok komponen agar pasokan komponen tetap berjalan dengan lancar.
ADVERTISEMENT
“Kapasitas produksi untuk suku cadang dan komponen hibrida dari para pemasok kami dan produksi suku cadang internal kami sejalan dengan rencana produksi tahunan dan kapasitas perakitan kendaraan kami,” kata pihak Toyota.
Salah satu konsumen Toyota di India, Saugata Dasgupta, mengungkapkan bahwa ia sudah memesan SUV Toyota Innova Hycross pada Januari 2023. Lalu, pada Agustus 2024, ia masih belum menerima mobil hibrida impiannya.
Bahkan, pihak Toyota mengkonfirmasi bahwa ia harus menunggu 25 hingga 30 minggu lagi atau sekitar 2,5 tahun. Selanjutnya pada awal bulan ini, ia diberi tahu bahwa ia harus menunggu 15 hingga 25 minggu lagi, tetapi ia telah melupakannya dan membeli mobil dari Mahindra & Mahindra.
Di Eropa, model seperti Yaris Cross hybrid dan RAV4 plug-in hybrid termasuk yang paling sulit ditemukan. Ke depannya, perluasan operasi Toyota di North Carolina diharapkan dapat meredakan krisis.
ADVERTISEMENT
******
kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 akan digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di MGP Space, SCBD Park.
Mengusung tema “Sinergi Menuju Industri Otomotif Berkelanjutan,” forum diskusi ini menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin industri, profesional, dan perwakilan pemerintah, untuk berdiskusi serta berbagi wawasan mengenai masa depan industri otomotif berkelanjutan.
Nantikan infonya di kumparan!