Pengamat: Angka Kecelakaan saat Mudik Harusnya Ditekan di Bawah 500 Kasus

5 April 2025 7:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Korlantas Polri mengungkapkan angka kecelakaan pada mudik Lebaran 2025 mengalami penurunan hingga 31 persen. Persentase tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan puncak arus mudik tahun 2024.
ADVERTISEMENT
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, penurunan angka kecelakaan saat arus mudik 2025. Pada 2024, terjadi 2.152 kecelakaan, sedangkan pada tahun ini terjadi 1.477 kecelakaan atau menurun sebesar 31,37 persen.
Lebih lanjut, jumlah korban yang meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 32 persen dari 324 orang pada 2024 menjadi 223 di tahun 2025.
“Bahwa kecelakaan tahun 2024 2.152 tahun 2025 jumlahnya 1.477 jadi ada penurunan 31,37 persen termasuk fatalitas korban meninggal dunia dari 2024 ke 2025 ada penurunan 32 persen dari 324 menjadi 223,” pungkasnya.
Merespons capaian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengapresiasi kinerja Korlantas dalam menekan angka kecelakaan dan menyukseskan mudik Lebaran 2025.
Polisi mengevakuasi jenazah korban kecelakaan di Tol Jakarta-CIkampek KM 58, Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
“Angka kecelakaan turun itu sih bagus banget. Cuma angka kecelakaan 1.400-an dan kematian 200-an itu bukan prestasi,” kata Sony saat dihubungi kumparan Kamis (3/4/2025).
ADVERTISEMENT
Sony berharap, angle tersebut masih bisa ditekan dan lebih minim lagi. Terlebih momen mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan untuk bertemu keluarga di kampung halaman dan jadi hal yang sangat berharga, bukan justru menyampaikan kabar duka.
Sony tidak menampik untuk mencegah angka kematian dan kecelakaan bisa jadi hal mustahil yang sangat sulit karena banyaknya jumlah pemudik di waktu yang sama.
“Karena enggak mungkin zero accident. Mengingat kondisi mudik itu hampir lalu lintasnya padat,” tukasnya.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pascakecelakaan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek KM 58, Kerawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
“Upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh stakeholder yaitu edukasi kepada pengemudi pentingnya tertib, beretika, berbudaya lalu lintas. Enggak bisa bicara dekat-dekat mudik, harus dibangun lewat proses yang panjang,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Harapannya, kata Sony tiap tahun angka kecelakaan dan kematian saat mudik di perjalanan harus terus berkurang. Selain itu ada pendampingan yang lebih ketat dalam melancarkan arus mudik untuk meminimalisir angka kecelakaan.
Anggota kepolisian mengatur arus lalu lintas kendaraan pemudik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO
“Yang penting berangsur-angsur turun dari tahun ke tahun. Kedua, pendampingan selama mudik,” katanya.
“Kita tahu masalah yang terbesar dari kecelakaan adalah faktor emosi dan keletihan saat ketemu macet, cuaca buruk, durasi di perjalanan dan banyak faktor lain. Artinya ada sebuah aktivitas yang harus dibentuk dan space yang nyaman bagi pemudik untuk mau berhenti berkala untuk istirahat saat perjalanan,” tuntasnya.
******
kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 akan digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di MGP Space, SCBD Park.
Mengusung tema “Sinergi Menuju Industri Otomotif Berkelanjutan,” forum diskusi ini menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin industri, profesional, dan perwakilan pemerintah, untuk berdiskusi serta berbagi wawasan mengenai masa depan industri otomotif berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Nantikan infonya di kumparan!