Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Toyota Indonesia: Adanya Insentif Mobil Hybrid Dongkrak Kinerja Ekspor
2 April 2025 6:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Kemudian yang perlu dicatat juga ekspor elektrifikasi, tahun lalu (2023) itu lebih kurang 87.00 unit. Tahun 2024 mengalami kenaikan hampir 111 persen menjadi 18.700 unit, jadi ini pemerintah tidak sia-sia memberikan insentif hybrid karena bisa dorong ekspor," kata Bob Azam di Jakarta belum lama ini.
Bob bilang, hampir semua negara tujuan eskpor Toyota Indonesia, mayoritas permintaan saat ini masih berupa model-model elektrifikasi seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) karena fleksibilitas sumber energi yang ditawarkannya.
"Sementara kalau kita lihat di pasar ekspor kita kebanyakan mereka mintanya hybrid karena infrastruktur atau lain sebagainya. Kemudian di Amerika Selatan itu banyak (BBM) etanol yang juga bisa digunakan untuk mobil hybrid agar emisinya lebih rendah lagi," imbuhnya.
Dirinya berharap dengan tambahan dua model elektrifikasi rakitan lokal yaitu Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV dapat memperluas tujuan negara ekspor serta menggenjot jumlah unit yang dikirim ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
"Pada Januari-Februari 2025 ini ekspor sudah mencapai 39.000 unit. Maka mudah-mudahan tahun ini kami akan mencapai milestone 3 juta unit ekspor," jelas Bob Azam.
Jenama Jepang itu pertama kali melakukan aktivitas ekspor mobil secara utuh atau Completely Built Up (CBU) pada tahun 1987 silam. Hingga kini, TMMIN sudah berhasil mengkapalkan model buatannya sebanyak 2,8 juta unit ke hampir 100 negara tujuan.
"Kemudian bisa memberikan devisa bagi Indonesia, mungkin lebih kurang 3 miliar USD. Itu bisa kita capai karena dukungan semua pihak, pemerintah kemudian juga rekan-rekan media yang menyampaikan," papar Bob.
Toyota Indonesia terakhir merayakan capaian 1 juta unit pertama kali saat tahun 2018 dan kemudian sampai 2 juta unit ekspor pada 2022. Meski, Bob tak menampik perjalanan menuju pengiriman genap sejuta unit lainnya bukan tanpa rintangan.
ADVERTISEMENT
"Mungkin semua tahu bahwa global market mengalami pelemahan, perang Ukraina berdampak pada sektor energi di Eropa sehingga permintaan berkurang dan pengaruh ekonomi seluruh dunia," pungkasnya.
Dirinya menerangkan pada tahun 2024 untuk jumlah ekspor mobil lansiran Tanah Air menurun menjadi sekitar 276.000 unit, lebih kecil dibanding dengan catatan tahun 2023 dengan mendulang angka 290.000 unit.