Drama Mario Aji di Moto2 Amerika Serikat: Sempat Tak Pede, Akhirnya Ukir Sejarah

31 Maret 2025 17:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mario Suryo Aji bersama Honda Team Asia di kelas Moto2 Kejuaraan Dunia MotoGP 2025. Foto: honda.racing
zoom-in-whitePerbesar
Mario Suryo Aji bersama Honda Team Asia di kelas Moto2 Kejuaraan Dunia MotoGP 2025. Foto: honda.racing
ADVERTISEMENT
Mario Aji mengukir sejarah baru saat memastikan finis kesembilan dalam balapan kelas Moto2 di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat (AS), pada Senin (31/3) dini hari WIB. Posisi finisnya menjadi pencapaian baru bagi pebalap RI di Kejuaraan Dunia MotoGP.
ADVERTISEMENT
Mario Aji mengawali balapan dari urutan ke-12. Ia mengaku sempat tidak percaya diri mendapat hasil bagus karena sejumlah faktor, terutama cuaca. Dan itu menjadi drama tersendiri baginya saat di paddock dan grid.
"Menyelesaikan balapan di posisi 10 besar dalam kondisi yang sulit seperti adalah pengalaman yang tak terbayangkan. Sejujurnya, pola pikir saya saat balapan adalah untuk bersaing dalam kondisi kering, karena ramalan cuaca memperkirakan balapan akan berawan tetapi kering pada Minggu [waktu setempat]," katanya usai balapan dikutip dari situs web Honda Racing.
"Namun, keadaan tiba-tiba berubah di grid ketika hujan mulai turun. Itu adalah keputusan yang sulit untuk diambil," lanjut pebalap berusia 21 tahun tersebut.
Mario Suryo Aji bersama Honda Team Asia di kelas Moto2 Kejuaraan Dunia MotoGP 2025. Foto: honda.racing
Mario Aji bingung menentukan pilihan ban. Pebalap kelahiran Madiun itu melihat banyak pebalap lain beralih ke ban basah, tetapi ia dan timnya tak mau serta merta menjiplak strategi lawan.
ADVERTISEMENT
"Saya berdiskusi bahwa jika hujan berhenti selama lap pemanasan, kami akan beralih ke ban licin dan memulai dari jalur pit untuk mendapatkan keuntungan di akhir balapan. Namun, hujan terus berlanjut, jadi kami tetap menggunakan ban basah," terangnya.
"Sejujurnya, saya tidak merasa terlalu optimistis karena saya kesulitan dalam kondisi basah pada Jumat. Namun selama balapan, kepercayaan diri saya di lintasan basah tumbuh. Motor bekerja dengan sangat baik dan pengaturan kami—yang sedikit lebih kering—ternyata menjadi kompromi yang baik."
"Di tengah balapan, saya mengalami beberapa kesulitan, menyerang bagian depan dan kehilangan pegangan beberapa kali. Namun, saya sedikit menyesuaikan gaya berkendara saya dan di akhir balapan, saya mampu mengelola kondisi dengan lebih baik," tambah Aji.
Pembalap tim Idemitsu Honda Team Asia Mario Suryo Aji memacu motornya saat mengikuti sesi practice Moto2 Mandalika di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB, Jumat (27/9/2024). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
Aji mensyukuri betul raihan finis kesembilan ini. Ini merupakan posisi finis terbaik yang pernah diraih pebalap Indonesia dalam sejarah Kejuaraan Dunia MotoGP. Ia pecahkan rekornya sendiri, yakni saat finis ke-12 di COTA pada kelas Moto3 musim 2023.
ADVERTISEMENT
"Itu adalah salah satu hari terberat dalam hidup saya, tetapi finis di 10 besar sebagai pebalap pertama Indonesia yang melakukannya adalah pencapaian luar biasa. Saya senang, tetapi tidak pernah puas, saya selalu haus akan raihan lebih. Saya harus tetap fokus, menganalisis apa yang dapat saya tingkatkan dan terus maju. Perjalanan belajar tidak pernah berhenti," tegasnya.
"Saya akan terus berjuang untuk hasil yang lebih baik di balapan berikutnya. Saya ingin mendedikasikan hasil ini untuk tim saya, karena saya tidak akan bisa melakukannya tanpa mereka. Terima kasih banyak kepada keluarga dan teman-teman saya yang selalu mendukung saya, baik di rumah maupun di lintasan. Saya sangat menghargainya. Terima kasih," tandasnya.
Finis kesembilan berbuah 7 poin. Ini juga menjadi raihan poin kedua bagi Mario Aji di Moto2 2025. Sebelumnya, ia merengkuh satu poin saat finis ke-15 di Australia.
ADVERTISEMENT