Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Sepak Terjang Fotogrit: Bantu Turnamen Lokal dengan Teknologi Global
28 Februari 2025 15:50 WIB
·
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
Penggunaan teknologi terintegrasi di olahraga memang belum menjadi hal yang lazim di Indonesia, terutama untuk atlet amatir. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Fotogrit untuk berperan memajukan industri olahraga.
ADVERTISEMENT
Fotogrit saat ini penyedia jasa teknologi terintegrasi untuk olahraga, yang dimulai dari bola basket.
Edwin Utama adalah sosok yang membangun Fotogrit sejak 2020. Sehari-hari ia memiliki kesibukan sebagai konsultan, namun sebagai Founder dan CEO Fotogrit ia memiliki mimpi besar untuk mengembangkan potensi penggunaan teknologi di olahraga amatir ini.
Saat awal dibangun, Fotogrit hanya menyediakan layanan foto dan video, namun kini jasa Fotogrit sudah termasuk penyediaan live streaming, sistem penyelenggaraan turnamen, statistik, dan lainnya.
Harapannya, lewat teknologi terintegrasi, bibit-bibit muda potensial di Indonesia bisa berkembang pesat.
“Penggunaan teknologi terintegrasi ini sudah seharusnya menjadi standar di dunia olahraga di Indonesia, bahkan olahraga amatir. Banyak manfaat yang bisa diambil dari data yang diambil dan diolah. Contohnya, data hasil pertandingan bisa digunakan untuk perbaikan performa tim ke depannya. Data prestasi dan highlight foto atau video bisa digunakan untuk beasiswa sekolah dan pencari bakat. Data penonton bisa menjadi dasar pencarian sponsor untuk acara dan sebagainya. Untuk menjadikan cabang olahraga berhasil di satu negara, kita perlu membangun ekosistem. Dan, teknologi integrasi penting untuk membangun ekosistem,” ujar Edwin ketika berbincang dengan kumparan di Jakarta, Jumat (28/2).
ADVERTISEMENT
Dalam tiga tahun terakhir, Fotogrit bekerja sama dengan penyelenggara turnamen, termasuk Perbasi Provinsi dan Kota/Kabupaten untuk menyediakan teknologi yang canggih namun terjangkau ini.
"Pada tahun 2022 hingga kini, kami sudah membantu penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi Jakarta. Tahun ini, kami baru saja membantu sebagian Kejuaraan Provinsi Jawa Timur, Kejuaraan Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Utara, dan Tangerang Selatan. Itu acara resmi Perbasi," katanya.
''Ada juga acara turnamen terbuka yang telah disetujui oleh Perbasi. Banyak pemilik turnamen yang sudah menyadari pentingnya solusi digital terintegrasi di turnamen mereka, dan kami sudah bekerja sama dengan mereka. Contohnya, dengan Cakra Sakti, Playfield, CIC, 3C, AirOne Heroes, Medan Basketball Arena, dan lainnya,'' ucapnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, semenjak 2020 hingga saat ini, ada sekitar 5.000 pertandingan yang sudah digawangi oleh Fotogrit.
"Bisa dibilang, untuk di komunitas basket amatir, kami sudah cukup populer,'' tegasnya.
Selain mengembangkan di Indonesia, Edwin juga berusaha agar Fotogrit bisa bermanfaat di negara-negara lain. Ia punya mimpi besar untuk mendorong solusi Fotogrit ke Asia Tenggara.
Target tersebut tampak bukan hanya angan semata. Pasalnya, Fotogrit juga baru saja melakukan uji coba penggunaan statistik pertandingan basket di Thailand. Kini, ia mengaku tengah berdiskusi dengan beberapa rekan untuk melakukan uji coba di Filipina dan Singapura.
“Kalau sebelumnya banyak proses manual yang perlu dilakukan setelah pertandingan, sekarang semuanya terhitung secara otomatis. Begitu tim sudah mencatat data ke dalam sistem, tidak ada lagi pekerjaan setelahnya. Data dan analisa yang sama itu akan dilihat langsung melalui live streaming, mobile app dan website," katanya.
ADVERTISEMENT
"Top scorer, MVP, peringkat tim, jadwal pertandingan, daftar pemain, pelatih dan manajer contohnya, bisa langsung terhitung dan ter-update setiap saat. Kami juga menghitung insight seperti tim yang paling baik dari segi offensive, defensive, kerjasama dan lainnya.nsight seperti ini jarang disediakan bahkan di jasa digital lainnya yang sudah digunakan secara internasional," lanjutnya.
Secara teknologi, Edwin mengatakan bahwa masih banyak potensi yang bisa dilakukan dengan lebih baik serta dengan biaya yang semakin terjangkau. Sebagai contoh, Fotogrit sedang mengembangkan teknologi terbaru menggunakan AI dengan salah satu perusahan teknologi terbesar di dunia.
“Mudah-mudahan bisa disaksikan beberapa bulan lagi,” katanya.
Saat ini, sistem Fotogrit baru tersedia di bola basket, namun Edwin mengatakan dia akan mengembangkan solusi terintegrasi yang sama untuk olahraga populer lainnya di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Sepak bola, voli, panjat tebing, angkat besi, semua jenis olahraga membutuhkan ekosistem untuk berhasil. Dan, teknologi yang terintegrasi adalah kunci untuk membangun ekosistem,” tutup Edwin.