Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Viral, Kendaraan Bermotor di Sulawesi Utara Rusak Usai Isi BBM Jenis Pertalite
3 April 2025 8:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
MANADO - Warga Sulawesi Utara (Sulut) dibuat heboh dengan banyaknya keluhan yang menyebutkan jika kendaraan bermotor baik sepeda motor dan juga mobil, tiba-tiba rusak usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
ADVERTISEMENT
Viral di media sosial (medsos), warga menduga jika Pertalite yang diisi ke kendaraan mereka merupakan oplosan atau telah tercampur air, sehingga membuat performa kendaraan bermotor menjadi turun. Beberapa warga mengaku mereka harus mengganti filter BBM di kendaraan mereka.
Kejadian ini menjadi cepat viral karena terjadi di banyak wilayah di Sulut. Rata-rata melaporkan jika kendaraan bermotor mereka rusak usai mengisi Pertalite.
"Mobil saya jalannya mulai tersendat-sendat usai isi bensin (Pertalite). Itu kejadian saat saya balik dari Bolmong ke Kotamobagu. Padahal, waktu belum isi jalannya stabil. Setelah diperiksa, kena filter bensin," ujar Rifka, salah satu pemilik kendaraan yang mengaku mobilnya rusak usai isi Pertalite.
Sementara itu, Polresta Manado bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan sampel Pertalite di sejumlah SPBU untuk memastikan isu viral di medsos tersebut.
ADVERTISEMENT
SPBU yang diperiksa antara lain SPBU Dendengan Dalam, SPBU Kaiweru, SPBU Paal II, SPBU Winangun, SPBU Sindulang, dan SPBU Tuminting. Di masing-masing SPBU, kepolisian langsung mengambil sampel dan melakukan uji.
Pemeriksaan dilakukan di depan masyarakat, di mana Pertalite diambil langsung dari mesin dispenser SPBU dan diletakkan di wadah terang. Ini untuk melihat apakah ada campuran air di dalam Pertalite tersebut. Dalam uji itu, tak terlihat ada air di wadah sampel tersebut.
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, menyebutkan jika pengecekan ini akan dilakukan secara berkala, di mana pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pertamina.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan indikasi kecurangan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujar Iptu Agus.
ADVERTISEMENT