Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Akhir Pekan Pertama Ramadan, Pemda DIY Klaim Stok Pangan Aman
8 Maret 2025 14:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Memasuki akhir pekan pertama bulan Ramadan, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) klaim bahwa stok kebutuhan pokok di wilayah DIY dalam kondisi aman. Namun, harga-harganya perlu diwaspadai dan mesti dipantau.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto. "Secara umum (stok pangan) DIY aman. Hanya memang dari pengalaman tahun lalu, harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, sehingga memang perlu diwaspadai. Pantauan TPID ini juga sebagai upaya antisipasi agar kenaikan tidak terjadi drastis,” ujarnya usai hadiri peluncuran Pasar Murah Barang Kebutuhan Pokok di Sleman, Kamis (6/3).
Menurutnya, ketersediaan kebutuhan pokok masih terkendali dilihat dari sisi penyediaan dan permintaan. Kabupaten/kota di DIY telah sepakat untuk saling bekerja sama dalam memasok pangan, sehingga jika ada wilayah yang mengalami kekurangan, dapat segera mendapat suplai dari daerah lain.
Sebagai langkah pengendalian, distribusi pangan ke luar DIY juga diawasi ketat. Ia juga mengimbau agar masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan.
ADVERTISEMENT
“Intinya, di DIY jangan sampai ada yang kekurangan bahan pangan. Dan harganya pun diharapkan tetap stabil. Untuk itu kami juga mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan agar ketersediaan kebutuhan tetap terjaga, sehingga kestabilan harga terjaga,” kata Eling.
Pemantauan juga dilakukan di gudang Bulog DIY di Kalasan, Sleman. Manajer Operasional Bulog Kanwil DIY memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog mencapai 1.500 ton dengan harga jual Rp 12.000 per kilogram. Selain beras, Bulog DIY juga mendistribusikan minyak goreng merek MinyaKita dengan harga Rp 14.000 per liter.
“Stok di gudang kami tergolong aman. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam hal pendistribusian beras untuk operasi pasar ataupun pasar murah. Tentu kami juga berharap distribusi dari Bulog ini membuat harga tetap stabil,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT