Konten dari Pengguna

Apa yang Membedakan Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih? Ini Jawabannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
3 April 2025 15:58 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Apa yang Membedakan Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih? Sumber: Pexels/Tayeb Mezahdia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa yang Membedakan Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih? Sumber: Pexels/Tayeb Mezahdia
ADVERTISEMENT
Dalam studi Al-Qur'an, ayat-ayat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu muhkam dan mutasyabih. Kedua ayat ini tentu memiliki beberapa perbedaan yang dapat diperhatikan, tapi apa yang membedakan ayat muhkam dan ayat mutasyabih?
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, ​kata ayat dalam bahasa Arab berarti "tanda" atau "mukjizat". Dalam Al-Qur'an, ayat merujuk pada kalimat atau sekumpulan kata yang membentuk satu kesatuan makna dan menjadi bagian dari suatu surah.

Apa yang Membedakan Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih?

Ilustrasi Apa yang Membedakan Ayat Muhkam dan Ayat Mutasyabih? Sumber: Pexels/RDNE Stock Project
Ayat muhkam dan ayat mutasyabih adalah kedua ayat yang umumnya banyak dipelajari dalam Al-Qur’an. Terdapat beberapa perbedaan mendasar dari kedua ayat ini jika diperhatikan dan dipelajari lebih jelas. Lalu, apa yang membedakan ayat muhkam dan ayat mutasyabih?
Pada dasarnya, ayat-ayat muhkam dan mutasyabih merupakan ayat yang saling melengkapi. Keberadaan kedua jenis ayat ini juga mengajarkan umat Islam untuk menghargai perbedaan pendapat dalam penafsiran. Berikut ini beberapa perbedaan dari ayat muhkam dan mutasyabih yang dapat diperhatikan.
ADVERTISEMENT

1. Makna

Mengutip buku ‘Ulumul Qur’an: Prinsip-Prinsip dalam Pengkajian Ilmu Tafsir Al-Qur’an, Badrudin (2020:122), ayat muhkam berarti ayat-ayat yang maknanya jelas dan tidak memerlukan keterangan dari ayat-ayat lain. Maknanya dapat dipahami secara langsung oleh pembaca tanpa ambiguitas.​
Sebaliknya, ayat mutasyabih adalah ayat-ayat yang maknanya kurang jelas atau samar, sehingga memerlukan penafsiran lebih mendalam untuk memahami maksud sebenarnya. Ayat-ayat ini sering kali mengandung makna yang dapat ditafsirkan lebih dari satu cara atau melampaui pemahaman manusia biasa.​

2. Penafsiran

Ayat muhkam tidak memerlukan penafsiran tambahan karena maknanya sudah jelas dan dapat dipahami secara langsung. Ayat-ayat ini memberikan petunjuk yang tegas dan langsung dapat diamalkan.​
Ayat mutasyabih memerlukan penafsiran lebih lanjut untuk memahami maknanya. Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah makna sebenarnya dapat diketahui oleh manusia atau hanya oleh Allah.
ADVERTISEMENT
Beberapa ulama berpendapat bahwa makna ayat mutasyabih hanya diketahui oleh Allah. Sementara yang lain berpendapat bahwa maknanya dapat dipahami melalui penafsiran yang mendalam oleh orang-orang yang memiliki ilmu yang kokoh.​

3. Kandungan

Ayat muhkam biasanya berisi hukum-hukum, perintah, larangan, serta ketentuan yang langsung dapat diamalkan oleh umat Islam. Contohnya adalah ayat yang menjelaskan kewajiban salat, puasa, zakat, dan haji. ​
Ayat mutasyabih seringkali berkaitan dengan sifat-sifat Allah, peristiwa gaib, atau konsep-konsep yang melampaui pemahaman manusia biasa.
Contohnya adalah ayat-ayat yang menyebutkan sifat-sifat Allah seperti "tangan" atau "wajah" Allah, yang tidak dapat dipahami secara harfiah dan memerlukan pendekatan tafsir yang hati-hati.​

4. Tujuan dan Hikmah

Ayat muhkam berfungsi sebagai dasar hukum dan pedoman hidup yang jelas bagi umat Islam. Ayat-ayat ini memberikan petunjuk yang tegas dan langsung dapat diamalkan, sehingga menjadi panduan utama dalam menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.​
ADVERTISEMENT
Ayat mutasyabih mendorong umat Islam untuk merenung, mendalami ilmu, dan meningkatkan keimanan melalui upaya memahami makna-makna yang lebih dalam.
Dengan adanya ayat mutasyabih, manusia didorong untuk terus belajar dan mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam.​

5. Contoh

Beberapa contoh ayat muhkam seperti perintah mendirikan shalat, seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 43: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." Ayat ini memberikan perintah yang jelas dan langsung mengenai kewajiban salat dan zakat.​
Sedangkan, ayat mutasyabih merupakan ayat yang menyebutkan sifat Allah, seperti dalam Surah Al-Fath ayat 10: "Tangan Allah di atas tangan mereka." Makna "tangan" di sini tidak dapat dipahami secara harfiah dan memerlukan penafsiran yang tepat untuk menghindari pemahaman yang keliru tentang sifat-sifat Allah.
ADVERTISEMENT
Memahami apa yang membedakan ayat muhkam dan mutasyabih ini dapat membantu umat Islam dalam menafsirkan Al-Qur'an dengan bijak. Kehadiran kedua jenis ayat ini menunjukkan kedalaman dan kekayaan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup umat manusia. (BAI)