Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Apakah Halal Bihalal Hanya Ada di Indonesia? Ini Sejarahnya
2 April 2025 11:27 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Bagi umat muslim di Indonesia, merayakan Idulfitri serasa tidak lengkap jika tidak diikuti dengan acara halalbihalal. Acara tersebut tidak bisa dipisahkan, seolah satu paket dengan Idulfitri. Lantas, apakah halal bihalal hanya ada di Indonesia?
ADVERTISEMENT
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Biasanya, halalbihalal diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.
Apakah Halal Bihalal Hanya Ada di Indonesia?
Istilah halalbihalal sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ini karena halalbihalal sering dilakukan saat Hari Raya Idulfitri. Selain identik dengan saling maaf-memaafkan, halalbihalal juga dapat diartikan sebagai silaturahmi.
Halalbihalal umumnya dilakukan dengan berkunjung ke kerabat, teman, dan tetangga dengan mengungkapkan kebahagiaan untuk Idulfitri, dan saling memaafkan kesalahan. Lalu, apakah halal bihalal hanya ada di Indonesia?
Dikutip dalam buku Al-Azhar Edisi 329 Prof. Hermawan: Al-Azhar, Kendaraan Menuju Surga, YPI Al-Azhar (2023:50), halalbihalal hanya ada pada budaya masyarakat Indonesia dan tidak ada di dunia Islam Lainnya. Bahkan tidak ada di dalam tradisi di zaman Rasulullah saw.
ADVERTISEMENT
Sehingga bisa dikatakan halalbihalal made in Indonesia atau ciptaan umat Islam Indonesia. Sejarah awal mulanya halalbihalal tercipta tidak ada yang tahu pasti, karena banya versi sejarah yang bermunculan di masyarakat. Berikut beberapa versi sejarahnya.
1. Versi 1
Tradisi halalbihalal pertama kali dirintis oleh Mangkunegara I yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Saat itu, halalbihalal dilakukan untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran dan biaya, setelah salat Idulfitri.
Pangeran Sambernyawa mengadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Pada pertemuan ini, diadakanlah tradisi sungkem atau saling memaafkan yang kemudian ditiru organisasi Islam, dengan istilah halalbihalal.
2. Versi 2
Istilah halalbihalal bermula dari pedagang martabak asal India yang berjualan di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Pedagang martabak ini mempromosikan dagangannya dengan kata-kata "martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal".
ADVERTISEMENT
Sejak saat itu, istilah halalbihalal mulai populer di masyarakat Solo. Masyarakat kemudian menggunakan istilah tersebut untuk menyebut aktivtas pergi ke Sriwedari di hari Lebaran atau silaturahmi di hari Lebaran.
3. Versi 3
Istilah halalbihalal pertama kali diperkenalkan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948. KH Wahab memperkenalkan istilah halalbihalal pada Presiden Soekarno sebagai bentuk cara silaturahmi antar pemimpin politik yang pada saat itu masih memiliki konflik.
Atas saran KH Wahab, pada Hari Raya Idulfitri tahun 1948, Soekarno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi yang berjudul Halalbihalal. Para tokoh politik duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan.
Kesimpulannya, apakah halal bihalal hanya ada di Indonesia? Ya, halalbihalal merupakan tradisi Islam yang hanya ada di Indonesia. Meskipun banyak versi mengenai sejarah halalbihalal yang pasti tradisi ini untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. (MRZ)
ADVERTISEMENT