Konten dari Pengguna

Apakah Lebaran Ketupat Wajib? Inilah Penjelasannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
2 April 2025 11:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi apakah Lebaran ketupat wajib untuk diikuti? Sumber: Unplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah Lebaran ketupat wajib untuk diikuti? Sumber: Unplash/Mufid Majnun
ADVERTISEMENT
Lebaran ketupat merupakan salah satu tradisi yang melekat dalam masyarakat Indonesia, khususnya di daerah Jawa. Lantas, apakah Lebaran ketupat wajib untuk diikuti?
ADVERTISEMENT
Pada umumnya, lebaran ketupat diadakan sebagai tradisi turun temurun sejak zaman Hindu-Buddha. Saat itu, ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Walisongo, tepatnya Sunan Kalijaga yang digunakan untuk sarana dakwah penyebaran agama Islam ke Indonesia.

Apakah Lebaran Ketupat Wajib? Simak Informasinya Berikut Ini

Ilustrasi apakah Lebaran ketupat wajib untuk diikuti?. Sumber: Unplash/K. Azwan
Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat muslim akan mencapai hari kemenangan. Pada hari itu seluruh umat Islam saling bermaafan dan mempererat tali persaudaraan di hari yang indah, yaitu Hari Raya Idulfitri.
Selain Lebaran Idulfitri, ada Lebaran penutup dalam tradisi Jawa yang biasa disebut dengan Lebaran ketupat. Momentum ini sangat dinanti-nantikan sebagai salah satu tradisi budaya bangsa.
Dalam filosofi Jawa, ketupat mempunyai arti khusus. Ketupat atau kupat merupakan kependekan dari "ngaku lepat dan laku papat". Ngaku lepat memiliki arti mengakui kesalahan. Sementara, laku papat artinya empat tindakan.
ADVERTISEMENT
Filosofi tersebut mengajarkan manusia tentang pentingnya memiliki rasa kesejajaran dan kerendahan hati. Hal ini menjadikan ketupat sebagai simbol dan Lebaran penutup setelah puasa Syawal dalam Hari Raya Idulfitri.
Apakah Lebaran ketupat wajib? Secara umum, Lebaran ketupat tidak wajib dalam ajaran Islam, sehingga umat muslim tidak perlu mengikutinya. Namun, perayaan ini diperbolehkan karena memiliki nilai-nilai yang sangat penting berupa pengakuan kesalahan dan memaafkan.
Mengutip dari buku Tradisi Molonthalo: Meneropong Budaya Lokal di Gorontalo, Nurhayati Tine (2018), Lebaran ketupat diadakan seminggu setelah Idulfitri. Lebaran ini diadakan untuk merayakan puasa enam hari di bulan Syawal. Tradisi ini menjadi simbol penyempurnaan ibadah puasa Ramadan dan sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt.
ADVERTISEMENT
Melalui tradisi ini, manusia juga diajak untuk mengevaluasi diri dan belajar mengakui kekhilafan dan kesalahan yang telah dilakukan. Dalam proses tersebut, manusia akan semakin memahami arti kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Demikianlah jawaban dari pertanyaan apakah Lebaran ketupat wajib, Perayaan ini tidak wajib dan untuk diikuti.
Namun, apabila di daerah pembaca terdapat Lebaran ketupat sebaiknya ikutilah perayaan tersebut sebagai ajang mengevaluasi diri dan belajar untuk mengakui kekhilafan dan kesalahan yang telah dilakukan. (NTA)