Konten dari Pengguna

Pengertian Aklimatisasi di Gunung saat Pendakian

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
4 Maret 2025 17:29 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi untuk aklimatisasi di gunung adalah. Sumber: pexels.com/Oziel Gomez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk aklimatisasi di gunung adalah. Sumber: pexels.com/Oziel Gomez
ADVERTISEMENT
Aklimatisasi di gunung adalah proses penyesuaian tubuh saat mendaki ketinggian tertentu di gunung. Aklimatisasi saat pendakian sangat penting untuk dipahami pendaki untuk mengurasi risiko Altitude Sickness.
ADVERTISEMENT
Altitude sickness adalah kondisi yang muncul saat seseorang mengalami kekurangan oksigen dalam darah saat berada di suatu ketinggian. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kondisi fisik pendaki atau ritme mendaki yang terlalu cepat.

Aklimatisasi di Gunung adalah Teknik yang Harus Dikuasai oleh Pendaki

Ilustrasi untuk aklimatisasi di gunung adalah. Sumber: pexels.com/Eric Sanman
Menurut buku Keperawatan Olahraga oleh Dr. Lisna Anisa Fitriana, S.Kep., Ners., M.Kes. AIFO, dkk. (2024: 103), aklimatisasi adalah suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi suatu organisme terhadap lingkungan baru yang dimasukinya.
Hal ini didasarkan pada kemampuan organisme dalam mengatur morfologis, perilaku, dan jalur metabolisme dalam tubuhnya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Aklimatisasi gunung adalah teknik pendakian yang perlu dikuasai oleh para pendaki saat menaiki gunung dengan puncak yang sangat tinggi. Beberapa hal yang harus disesuaikan antara lain suhu dan kadar oksigen.
ADVERTISEMENT
Suhu di wilayah dataran tinggi cenderung lebih rendah, demikian pula dengan kadar oksigennya. Kurangnya oksigen dalam darah dapat menyebabkan altitude sickness. Oleh karena itu, penting bagi pendaki mengetahui cara-cara aklimatisasi.
Berikut ini beberapa cara aklimatisasi yang dapat dilakukan pendaki gunung:

1. Mendaki dengan Ritme Perlahan

Jangan mendaki gunung dengan ritme yang terlalu cepat atau terburu-buru untuk mencapai puncak. Mendaki sebaiknya dilakukan secara perlahan.
Dengan mendaki secara perlahan, tubuh dapat melakukan aklimatisasi atau penyesuaian secara perlahan. Jika pendakian dilakukan dengan ritme yang terlalu cepat, maka tubuh akan mudah lelah.

2. Beristirahat di Basecamp

Sebelum mendaki, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu di basecamp. Usahakan untuk cukup tidur untuk menghemat energi yang akan digunakan untuk mendaki.
Saat mendaki sebaiknya juga beristirahat di sela-sela pendakian. Ini dilakukan agar tidak terlalu lelah saat melakukan pendakian. Jika terlalu lelah, maka aklimatisasi akan sulit dilakukan.
ADVERTISEMENT

3. Minum secara Teratur

Saat aklimatisasi, tubuh juga mengalami kehilangan cairan. Oleh karena itu, pendaki harus minum dengan teratur sebanyak dua gelas air. Bawalah air dalam perbekalan pendakian.

4. Makan dengan Teratur

Sebelum mendaki sebaiknya makan terlebih dahulu, jangan sampai perut kosong saat mendaki. Makanan yang dimakan adalah makanan dengan kalori yang tinggi agar tubuh lebih berenergi saat pendakian.
Aklimatisasi di gunung adalah proses penyesuaian tubuh dengan lingkungan gunung. Aklimatisasi adalah teknik yang perlu dikuasai pendaki agar tidak mengalami altitude sickness karena kekurangan oksigen di ketinggian. Semoga bermanfaat. (IND)