Konten dari Pengguna

Puasa Syawal atau Qadha Dulu yang Harus Dilakukan? Ini Jawabannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
4 April 2025 10:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi puasa Syawal atau qadha dulu . Sumber : Pixabay/Konevi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa Syawal atau qadha dulu . Sumber : Pixabay/Konevi
ADVERTISEMENT
Puasa Syawal adalah salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, datang setelah berakhirnya bulan Ramadan. Namun umat muslim biasanya mengalami keraguan puasa Syawal atau qadha dulu yang harus dilakukan?
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunah, Ahmad Sarwat (2019:45) hal-hal yang membatalkan puasa terbagi menjadi dua. Pertama yang mewajibkan qada (kewajiban mengerjakan suatu perintah agama). Kedua yang mengharuskan adanya qada dan karafah (denda bagi yang melanggar).

Puasa Syawal atau Qadha Dulu yang Harus Dilaksanakan? Ini Hukumnya

Ilustrasi puasa Syawal atau qadha dulu. Sumber : Pixabay/Jufrider
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, puasa ini menyimpan banyak keutamaan bagi umat Islam yang menjalankannya.
Salah satu keutamaan utama puasa Syawal adalah pahalanya yang disetarakan dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
ADVERTISEMENT
Sedangkan qada puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti utang puasa yang pernah ditinggalkan selama bulan Ramadan. Puasa ini hukumnya wajib untuk ditunaikan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 184;
Jadi, puasa Syawal atau qadha dulu yang harus dilakukan oleh umat muslim? Sebaiknya qadha diselesaikan terlebih dahulu karena hukumnya wajib, baru sesudahnya menjalankan puasa Syawal.
ADVERTISEMENT
Ada pun umat muslim diberi kebebasan untuk menentukan jadwal puasa Syawal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Sebagai contoh, mereka dapat memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis, atau mengikuti puasa ayyamul bidl (13, 14, 15 setiap bulan hijriah), dan mereka masih akan mendapatkan keutamaan puasa Syawal.
Sehingga dengan cara tersebut umat muslim dapat terlebih dahulu menyelesaikan hutang puasa Ramadan yang hukumnya wajib, baru kemudian menjalankan puasa Syawal yang hukumnya sunah.
Semoga keraguan umat muslim tentang puasa Syawal atau qadha dulu yang harus dilakukan dapat terjawab melalui tulisan ini. (EA)