Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan Percepat FTA Trilateral Lawan Tarif AS
2 April 2025 9:44 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Rayhan Devangga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Tiga raksaksa ekonomi Asia Timur Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan sepakat mempercepat pembicaraan trilateral Free Trade Agreement (FTA) sebagai langkah resiprokal terhadap kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kesepakatan ini dicapai dalam dialog ekonomi trilateral di Seoul pada Minggu (30/3), menandai pertemuan pertama dalam lima tahun terakhir antara ketiga negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan tersebut, para menteri perdagangan dari ketiga negara menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama rantai pasokan dan meningkatkan dialog mengenai kontrol ekspor. Langkah ini bertujuan memitigasi dampak negatif dari tarif yang dikenakan AS terhadap produk-produk mereka. Selain itu, Jepang dan Korea Selatan berencana mengimpor bahan baku semikonduktor dari Tiongkok, sementara Tiongkok menunjukkan minat membeli produk semikonduktor dari Jepang dan Korea Selatan.
Para menteri juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, terbuka, adil, non-diskriminatif, transparan, inklusif, dan dapat diprediksi. Mereka berkomitmen mempercepat negosiasi FTA trilateral guna mempromosikan perdagangan regional dan global yang lebih luas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan proteksionis.
Langkah ini diambil menjelang pengumuman Presiden Trump yang direncanakan pada Rabu (2/4) mengenai penerapan tarif tambahan, yang disebutnya sebagai "hari pembebasan." Kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di pasar global dan mendorong negara-negara mitra dagang utama AS mencari strategi bersama menghadapi tantangan perdagangan ini.
Meskipun terdapat dinamika yang terjadi pada masa lampau dan perselisihan yang sedang berlangsung, seperti sengketa teritorial dan isu pelepasan air limbah dari pembangkit nuklir Fukushima oleh Jepang, ketiga negara ini menunjukkan komitmen untuk bekerja sama menghadapi tantangan ekonomi global. Mereka berencana mengadakan pertemuan menteri berikutnya di Jepang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi di kawasan.
ADVERTISEMENT
Para analis melihat langkah ini sebagai upaya strategis mengurangi ketergantungan pada pasar AS dan memperkuat posisi ekonomi di Asia. Dengan meningkatkan kerja sama regional, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan berharap menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih besar dan mengurangi dampak dari kebijakan perdagangan proteksionis yang diterapkan negara lain.
Selain itu, ketiga negara sepakat melanjutkan pembicaraan mengenai FTA trilateral yang telah tertunda sejak 2019. Mereka berkomitmen memastikan implementasi yang transparan, lancar, dan efektif dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), sebuah perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan 15 negara Asia-Pasifik, termasuk ketiga negara tersebut.
Kesepakatan ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat tantangan dan perbedaan, 3 negara di Asia Timur ini mampu bersatu menyelaraskan langkah untuk membuat agrement dalam menghadapi "masalah" bersama yang berdampak kepada ekonomi negara-negara tersebut. Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya bagi ketiga negara tersebut, tetapi juga bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT