Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Keuntungan Dari Bunga Pegadaian
23 Februari 2025 11:03 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Realino Nurza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Inflasi adalah fenomena ekonomi yang terjadi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan dalam jangka waktu tertentu. Dalam keadaan normal, inflasi yang terkendali dianggap sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi yang sehat. Namun, ketika inflasi melampaui tingkat suku bunga yang dikenakan oleh lembaga keuangan, termasuk bunga penggadaian yang berada di angka 13%, maka muncul peluang keuntungan bagi individu yang memahami bagaimana memanfaatkan kondisi ini.

Salah satu keuntungan utama dari inflasi yang melebihi bunga penggadaian adalah bahwa nilai riil dari pinjaman menurun. Bagi mereka yang telah menggadaikan aset dengan suku bunga 13%, inflasi yang lebih tinggi berarti bahwa uang yang mereka kembalikan memiliki daya beli lebih rendah dibandingkan saat mereka meminjamnya. Ini menguntungkan bagi peminjam karena mereka dapat membayar kembali pinjaman dengan uang yang nilainya telah terdepresiasi, sehingga secara efektif mengurangi beban utang mereka.
ADVERTISEMENT
Selain itu, bagi mereka yang memiliki aset dalam bentuk emas, inflasi yang tinggi sering kali meningkatkan harga emas secara signifikan. Karena emas dikenal sebagai penyimpan nilai yang kuat, individu yang telah membeli atau menahan emas sebelum inflasi melonjak akan memperoleh keuntungan besar dari kenaikan harga. Dengan kata lain, mereka yang berinvestasi dalam emas dapat menikmati apresiasi nilai aset mereka tanpa perlu melakukan banyak usaha. Kenaikan harga emas juga memberikan keuntungan bagi mereka yang menggadaikan emas, karena nilai taksirannya meningkat sehingga mereka bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar.
Emas juga menawarkan fleksibilitas dalam menghadapi inflasi. Ketika nilai mata uang terus tergerus, emas tetap dapat ditukarkan dengan barang dan jasa dengan daya beli yang lebih stabil. Hal ini membuat emas menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menjaga kekayaan mereka agar tidak tergerus oleh inflasi. Selain itu, permintaan terhadap emas biasanya meningkat di masa ketidakpastian ekonomi, yang semakin mendorong kenaikan harga dan memberikan keuntungan lebih bagi para pemegang emas.
ADVERTISEMENT
Dalam jangka panjang, emas telah terbukti sebagai aset yang dapat mempertahankan nilainya dibandingkan dengan mata uang fiat yang rentan terhadap kebijakan moneter. Bagi mereka yang memiliki emas dalam jumlah signifikan, inflasi yang tinggi justru menjadi peluang untuk meningkatkan kekayaan mereka tanpa perlu bergantung pada sistem keuangan tradisional.
Meskipun inflasi dapat membawa tantangan bagi banyak orang, bagi mereka yang memiliki pemahaman yang baik tentang strategi keuangan, kondisi ini juga menghadirkan peluang besar untuk memperoleh keuntungan. Dengan berinvestasi pada emas sebagai aset yang mampu mempertahankan nilai, individu dapat melindungi dan bahkan meningkatkan kekayaan mereka di tengah tekanan inflasi.
Penulis adalah praktisi berpengalaman dalam pengelolaan dana abadi (endowment fund), dana pensiun, dana sosial , asuransi sosial, serta peneliti bidang pembangungan berkelanjutan sejak 2004. Untuk pembelajaran lebih lanjut bisa mengunjungi website grl-capital.com.
ADVERTISEMENT