Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Kedudukan dan Hubungan Kurikulum dalam Pembelajaran
29 Maret 2025 13:22 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Ririn Mely Anggraini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dalam dunia pendidikan, kurikulum dan pembelajaran merupakan dua elemen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam menyusun materi ajar, metode pengajaran, dan evaluasi hasil belajar, sedangkan pembelajaran adalah implementasi dari kurikulum dalam kegiatan belajar-mengajar. Hubungan antara keduanya sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan di berbagai jenjang.
ADVERTISEMENT
1. Kedudukan Kurikulum dalam Pembelajaran
Kurikulum berperan penting sebagai pedoman dan pembelajaran. Berikut beberapa kedudukan kurikulum dalam pembelajaran:
a) Sebagai Landasan Pendidikan
Kurikulum menjadi acuan utama dalam menyusun rencana pembelajaran di sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
b) Sebagai Panduan Guru
Kurikulum menentukan apa yang harus diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan bagaimana menilai hasil belajar siswa.
c) Sebagai Alat Pencapaian Tujuan Pendidikan
Kurikulum disusun berdasarkan tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat, sehingga pembelajaran harus selaras dengan tujuan tersebut.
d) Sebagai Kerangka Evakuasi
Kurikulum menentukan kriteria evaluasi dalam pembelajaran, baik dalam bentuk ujian, asesmen formatif, maupun tugas proyek.
2. Hubungan Kurikulum dengan Pembelajaran
Kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Berikut adalah beberapa aspek utama hubungan keduanya:
ADVERTISEMENT
a) Kurikulum Menentukan Isi Pembelajaran
Kurikulum berisi daftar materi yang harus diajarkan dalam proses pembelajaran. Tanpa kurikulum, pembelajaran akan menjadi tidak terarah dan tidak memiliki standar yang jelas.
Contoh:
Dalam mata pelajaran Matematika, kurikulum menetapkan bahwa siswa kelas 6 harus mempelajari pecahan, sehingga guru menyesuaikan pembelajaran dengan topik tersebut.
b) Kurikulum Mengarahkan Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan pendekatan yang diusung dalam kurikulum. Jika kurikulum menekankan pembelajaran aktif, maka metode yang digunakan juga harus interaktif.
Contoh:
Kurikulum Merdeka mengutamakan pendekatan berbasis proyek, sehingga guru lebih banyak menerapkan metode project-based learning dibanding sekadar ceramah.
c) Kurikulum Mempengaruhi Peran Guru dan Siswa dalam Pembelajaran
Kurikulum menentukan apakah pembelajaran bersifat teacher-centered (berpusat pada guru) atau student-centered (berpusat pada siswa).
ADVERTISEMENT
Contoh:
Kurikulum 2013 mengutamakan pendekatan saintifik, sehingga siswa didorong untuk lebih aktif mencari informasi sendiri dibanding hanya mendengarkan penjelasan guru.
d) Peran Kurikulum dalam Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi dalam pembelajaran disusun berdasarkan indikator pencapaian yang ada dalam kurikulum. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa telah memahami materi yang diajarkan.
Contoh:
Jika kurikulum menetapkan bahwa siswa harus mampu membuat laporan penelitian sederhana, maka evaluasi pembelajaran tidak hanya berbentuk ujian tertulis, tetapi juga proyek penelitian.
e) Kurikulum Menyesuaikan Pembelajaran dengan Perkembangan Zaman
Kurikulum terus mengalami perubahan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pembelajaran pun harus menyesuaikan dengan perubahan kurikulum agar tetap relevan.
Contoh:
Kurikulum terbaru lebih banyak memasukkan teknologi dalam pembelajaran, sehingga guru perlu menerapkan metode digital learning seperti e-learning dan blended learning.
ADVERTISEMENT
Kesimpulan
Kurikulum memiliki kedudukan penting dalam pendidikan sebagai pedoman utama dalam pembelajaran. Kurikulum menentukan isi, metode, peran guru dan siswa, serta sistem evaluasi dalam pembelajaran. Hubungan kurikulum dengan pembelajaran bersifat dinamis dan saling mempengaruhi. Agar pembelajaran dapat berjalan efektif, guru harus memahami dan mengimplementasikan kurikulum dengan baik, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.
Tangerang, 29 maret 2025