Konten dari Pengguna

3 Organisasi Pergerakan Nasional dan Perannya dalam Sejarah Indonesia

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
29 Maret 2025 20:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Pixabay
ADVERTISEMENT
Organisasi pergerakan nasional memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
Sejak awal abad ke-20, berbagai organisasi bermunculan dengan tujuan membangkitkan kesadaran nasional, memperjuangkan hak-hak rakyat, serta menentang kolonialisme.

Organisasi Pergerakan Nasional

Ilustrasi Organisasi Pergerakan Nasional. Pexels/Thirdman
Berikut ini merupakan tiga organisasi pergerak nasional yang memiliki peran dalam sejarah Indonesia.

Budi Utomo dan Awal Kebangkitan Nasional

Dikutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, Sartono Kartodirdjo, 2014:56, dijelaskan bahwa Budi Utomo didirikan pada 20 Mei 1908 oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dan Soetomo.
Organisasi ini menjadi tonggak awal kebangkitan nasional dengan fokus pada peningkatan pendidikan bagi pribumi.
Budi Utomo tidak bersifat politis, tetapi berperan dalam meningkatkan kesadaran nasional di kalangan kaum terpelajar.
Dikutip dari buku Gerakan Kebangsaan Indonesia, Taufik Abdullah, 2016:89, organisasi ini memicu lahirnya kesadaran bahwa pribumi harus memiliki peran dalam menentukan nasib bangsa sendiri.
ADVERTISEMENT

Sarekat Islam dan Perlawanan Ekonomi

Organisasi pergerakan nasional berikutnya adalah Sarekat Islam, yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada 1911.
Berdasarkan buku Perjuangan Nasional Indonesia, M.C. Ricklefs, 2017:123, Sarekat Islam awalnya bertujuan melindungi pedagang pribumi dari monopoli pedagang asing, tetapi berkembang menjadi organisasi yang turut serta dalam perlawanan politik terhadap penjajah.
Sarekat Islam memiliki pengaruh luas karena menggabungkan unsur keagamaan dan nasionalisme.
Berdasarkan buku Islam dan Nasionalisme di Indonesia, Deliar Noer, 2018:77, dijelaskan bahwa organisasi ini berhasil menarik banyak anggota dari kalangan pedagang dan rakyat biasa, sehingga memperkuat semangat perlawanan terhadap kolonialisme.

Partai Nasional Indonesia dan Perjuangan Politik

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan oleh Soekarno pada 4 Juli 1927.
Dikutip dari buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara, 2019:101, PNI memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur politik dan menanamkan semangat anti-kolonialisme.
ADVERTISEMENT
PNI menekankan pentingnya persatuan dan kemandirian bangsa dalam melawan penjajahan.
Dikutip dari buku Soekarno dan Perjuangan Bangsa, Peter Kasenda, 2020:134, disebutkan bahwa melalui PNI, Soekarno berhasil menggalang dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan PNI memainkan peran penting dalam membangun kesadaran nasional serta memperjuangkan kemerdekaan.
Keberadaan mereka menjadi fondasi bagi lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. (Haura)