Konten dari Pengguna

5 Mitos tentang Menstruasi yang Masih Banyak Dipercaya dan Fakta Sebenarnya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
2 April 2025 21:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mitos tentang menstruasi, foto: unsplash/Quinten Braem
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos tentang menstruasi, foto: unsplash/Quinten Braem
ADVERTISEMENT
Menstruasi adalah proses alami yang dialami sebagian besar wanita setiap bulan. Salah satu mitos tentang menstruasi adalah keyakinan bahwa wanita tidak bisa hamil saat sedang menstruasi.
ADVERTISEMENT
Munculnya mitos ini karena kurangnya edukasi dan berbagai informasi yang beredar dari generasi ke generasi, masih banyak mitos yang dipercaya oleh masyarakat.
Faktanya, meskipun peluangnya kecil, tetap ada kemungkinan untuk hamil selama periode menstruasi.

Mitos tentang Menstruasi

Ilustrasi mitos tentang menstruasi, foto: unsplash/Shruti Mishra
Mengutip dari situs chestercountyhospital.org, berikut adalah mitos tentang menstruasi yang masih banyak dipercaya dan fakta sebenarnya

1. Wanita Tidak Bisa Hamil Saat Menstruasi

Banyak orang percaya bahwa kehamilan tidak mungkin terjadi selama menstruasi. Faktanya, sperma dapat bertahan di dalam tubuh wanita hingga lima hari, sehingga jika ovulasi terjadi lebih awal dari perkiraan, peluang kehamilan tetap ada.
Oleh karena itu, penggunaan kontrasepsi tetap diperlukan jika ingin menghindari kehamilan.

2. Olahraga dan Aktivitas Fisik Harus Dihindari Saat Menstruasi

Salah satu mitos tentang menstruasi adalah larangan berolahraga saat sedang haid. Padahal, olahraga justru dapat membantu meredakan nyeri haid dan meningkatkan suasana hati.
ADVERTISEMENT
Aktivitas fisik ringan hingga sedang seperti yoga atau berjalan kaki bisa menjadi pilihan yang baik.

3. Menstruasi Selalu Berlangsung Selama 7 Hari

Tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang sama. Durasi menstruasi normal berkisar antara 3 hingga 7 hari, dan siklusnya bisa berbeda-beda pada setiap individu.
Faktor seperti stres, pola makan, dan kesehatan hormon juga dapat memengaruhi panjangnya siklus menstruasi.

4. PMS Hanya Ada di Pikiran Wanita

Premenstrual Syndrome (PMS) bukan sekadar sugesti, tetapi kondisi nyata yang dialami oleh banyak wanita. Gejala PMS seperti perubahan suasana hati, kelelahan, dan nyeri dapat disebabkan oleh fluktuasi hormon yang terjadi sebelum menstruasi.
Dalam beberapa kasus, PMS bisa sangat parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Tampon dan Menstrual Cup Berbahaya

Banyak yang menganggap penggunaan tampon atau menstrual cup dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Faktanya, jika digunakan dengan benar dan diganti secara teratur, produk-produk ini aman digunakan. Namun, tampon sebaiknya tidak dipakai lebih dari 8 jam untuk mencegah risiko Toxic Shock Syndrome (TSS).
ADVERTISEMENT
Menstruasi adalah proses alami yang perlu dipahami dengan benar agar wanita dapat menjalani siklusnya dengan nyaman. Salah satu mitos tentang menstruasi adalah larangan beraktivitas saat haid, padahal kenyataannya, tetap aktif justru memberikan manfaat.
Dengan membedakan mitos dan fakta, masyarakat bisa lebih memahami tubuh dan memberikan edukasi yang lebih baik kepada orang lain. (Echi)