Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Asal-usul Nama Cicalengka dan Sejarahnya pada Zaman Hindia Belanda
3 April 2025 20:51 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Cicalengka merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung. Asal-usul nama Cicalengka dan sejarahnya pada zaman Hindia Belanda menarik untuk diketahui.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari situs web p2k.stekom.ac.id, Cicalengka terletak 34 km di sebelah timur Kota Bandung atau sekitar 46 km dari Soreang, ibukota Kabupaten Bandung.
Cicalengka merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung yang dilintasi Jalur kereta api komuter tujuan Kota Bandung. Ada berbagai tempat menarik yang bisa dikunjungi di Cicalengka.
Asal-usul Nama Cicalengka
Asal usul nama Cicalengka sendiri sejarahnya tidak diketahui secara pasti. Namun, Cicalengka ini merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang dan dahulu kala menjadi daerah penting di Indonesia.
Cicalengka awalnya merupakan bagian dari Tatar Ukur. Namun, setelah wilayah Ukur runtuh dan terbentuk Kabupaten Sukapura, Bandung, serta Parakanmuncang, Cicalengka kemudian menjadi bagian dari Parakanmuncang.
Cicalengka merupakan salah satu pusat perkebunan kopi yang dikembangkan melalui sistem tanam paksa (Preangerstelsel), yang mulai diterapkan oleh VOC sejak tahun 1706.
ADVERTISEMENT
Di Cicalengka ini juga terdapat banyak desa-desa yang mengukir sejarah penting. Salah satunya adalah Desa Cicalengka Kulon.
Mengutip dari situs web cicalengkakulon.desa.id, Cicalengka pada zaman Hindia Belanda tahun 1896 merupakan sebuah afdeeling dari Regentschap Bandoeng.
Afdeeling merupakan daerah setingkat Kecamatan saat ini, sedangkan regentschap adalah Kabupaten.
Seperti daerah lainnya, Cicalengka juga memiliki beberapa bangunan dari masa Hindia Belanda. Para sejarawan menyebut gaya arsitektur bangunan ini sebagai Indische Empire Stijl.
Bangunan tersebut mencakup kantor kepatihan Tjitjalengka, rumah dinas Patih Tjitjalengka, serta beberapa rumah warga yang masih mempertahankan perpaduan arsitektur kolonial dan lokal.
Desa Cicalengka Kulon terbentuk sebagai hasil penataan wilayah bersama dengan Desa Cicalengka Wetan pada 19 November 1989. Sebelumnya, keduanya masih tergabung dalam satu wilayah yang dikenal sebagai Desa Cicalengka (desa induk).
ADVERTISEMENT
Selain Desa Cicalengka Kulon, ada juga Desa Cikuya yang cukup populer. Desa Cikuya, yang terletak di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Mengutip dari situs web lp2m.uinsgd.ac.id, daerah ini adalah sebuah desa dengan sejarah yang kaya dan budaya yang terus hidup. Desa ini terbentuk sejak zaman dahulu, namun secara resmi diakui sebagai desa pada tahun 1960.
Nama Cikuya sendiri berasal dari bentuk geografisnya yang menyerupai punggung kura-kura, sebuah penamaan yang melekat dari cerita rakyat setempat.
Kesenian dan budaya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Cikuya. Seni pencak silat Margaluyu serta tari Jaipong menjadi ikon kesenian yang khas di desa ini.
Demikianlah penjelasan asal-usul nama Cicalengka dan sejarahnya pada zaman Hindia Belanda. Cicalengka memiliki potensi yang cukup besar bila dikembangkan. (IF)
ADVERTISEMENT