Konten dari Pengguna

Carbon Footprint dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
2 April 2025 21:27 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Carbon Footprint, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Carbon Footprint, Foto:Unsplash/Getty Images
ADVERTISEMENT
Carbon footprint adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, baik yang langsung maupun tidak langsung.
ADVERTISEMENT
Setiap tindakan yang diakukan, seperti menggunakan energi, transportasi, dan konsumsi barang, berkontribusi pada peningkatan emisi yang memengaruhi kualitas udara dan suhu global.
Dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran akan pentingnya mengukur dan mengurangi jejak karbon semakin meningkat, seiring dengan dampak perubahan iklim yang semakin nyata di seluruh dunia.

Carbon Footprint

Ilustrasi Carbon Footprint, Foto:Unsplash/Alexander Grey
Carbon footprint adalah ukuran jumlah total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dikutip dari laman carbonfootprint.com, gas rumah kaca ini termasuk karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O), berfungsi untuk memerangkap panas di atmosfer, yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
Setiap tindakan yang kita lakukan, mulai dari perjalanan menggunakan kendaraan pribadi hingga konsumsi energi di rumah, memberikan kontribusi pada jejak karbon.
ADVERTISEMENT
Sumber utama emisi karbon berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam dalam sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.
Dampak dari carbon footprint terhadap lingkungan sangat signifikan dan meresahkan. Peningkatan jumlah gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan efek rumah kaca yang semakin kuat, memanaskan permukaan bumi.
Salah satu dampak utama dari fenomena ini adalah perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Suhu global yang lebih tinggi mempengaruhi pola cuaca, meningkatkan frekuensi bencana alam seperti banjir, kekeringan, badai tropis, dan gelombang panas yang lebih panjang dan intens.
Hal ini tidak hanya mengancam keberlanjutan kehidupan manusia tetapi juga merusak ekosistem alami, yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati.
Selain itu, peningkatan suhu global juga menyebabkan mencairnya es di daerah kutub, yang berkontribusi pada naiknya permukaan air laut.
ADVERTISEMENT
Fenomena ini meningkatkan risiko banjir di kawasan pesisir, memengaruhi jutaan orang yang tinggal di wilayah tersebut. Kehilangan habitat bagi banyak spesies yang bergantung pada iklim yang lebih stabil juga menjadi ancaman besar.
Tak hanya itu, carbon footprint juga memiliki dampak pada kualitas udara dan kesehatan manusia.
Peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh emisi karbon dapat memperburuk kondisi pernapasan, meningkatkan prevalensi penyakit jantung, dan memperburuk masalah kesehatan lainnya di banyak daerah perkotaan.
Untuk itu, mengurangi carbon footprint menjadi langkah penting dalam melindungi planet ini. Setiap individu dapat berperan dengan cara mengurangi konsumsi energi, memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta beralih ke sumber energi terbarukan.
Selain itu, pemerintah dan sektor industri juga memiliki tanggung jawab besar dalam menerapkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon.
ADVERTISEMENT
Dengan langkah-langkah ini, seseorang dapat menjaga bumi dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sehat bagi generasi mendatang. (DANI)