Konten dari Pengguna

Emisi GRK: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
2 April 2025 21:26 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Emisi GRK. Unsplash.com/Chris LeBoutillier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Emisi GRK. Unsplash.com/Chris LeBoutillier
ADVERTISEMENT
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Emisi GRK atau Gas Rumah Kaca memegang peran utama dalam mempercepat proses tersebut.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman esdm.go.id, peningkatan suhu global, pencairan es di kutub, serta cuaca ekstrem adalah beberapa dampak yang disebabkan oleh emisi GRK yang berlebihan.

Pengertian Emisi GRK

Ilustrasi Emisi GRK. Unsplash.com/Chris LeBoutillier
Emisi GRK adalah pelepasan gas-gas yang mampu menahan panas di atmosfer, sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas ini meliputi karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dinitrogen oksida (N₂O), serta gas fluorinated (HFC, PFC, dan SF₆).
Secara alami, gas-gas ini berfungsi menjaga suhu bumi agar tetap hangat dan layak huni. Namun, aktivitas manusia yang berlebihan menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK, yang kemudian memicu pemanasan global.

Penyebab Emisi GRK

Ilustrasi Emisi GRK. Unsplash.com/Marek Piwnicki
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan emisi GRK meningkat drastis, antara lain:

1. Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Aktivitas seperti pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk pembangkit listrik, transportasi, dan industri menjadi penyumbang utama emisi karbon dioksida (CO₂).
ADVERTISEMENT

2. Deforestasi

Penebangan hutan secara masif mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida, karena pohon berperan penting dalam menyerap CO₂ dari atmosfer melalui proses fotosintesis.

3. Pertanian dan Peternakan

Sektor pertanian dan peternakan menghasilkan emisi metana (CH₄) yang cukup tinggi, terutama dari proses pencernaan ternak dan penggunaan pupuk kimia yang melepaskan dinitrogen oksida (N₂O).

4. Limbah dan Sampah

Penguraian sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA) menghasilkan metana. Selain itu, proses pembakaran sampah juga melepaskan karbon dioksida ke udara.

5. Industri dan Manufaktur

Proses produksi di berbagai industri sering kali menggunakan bahan kimia yang menghasilkan emisi gas berfluorinasi, seperti HFC dan PFC, yang memiliki dampak pemanasan global jauh lebih kuat dibandingkan CO₂.

Cara Mengatasi Emisi GRK

Ilustrasi Emisi GRK. Unsplash.com/Kouji Tsuru
Untuk mengurangi emisi GRK, diperlukan upaya kolektif dari berbagai pihak, mulai dari individu hingga pemerintah. Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi:
ADVERTISEMENT

1. Berubah ke Energi Terbarukan

Menggantikan sumber energi fosil dengan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

2. Reboisasi dan Pelestarian Hutan

Menanam kembali pohon dan melindungi hutan yang ada menjadi langkah efektif untuk menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

3. Peningkatan Efisiensi Energi

Menggunakan peralatan hemat energi, meningkatkan efisiensi kendaraan, dan menerapkan teknologi ramah lingkungan di sektor industri dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi.

4. Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Mengurangi produksi sampah, melakukan daur ulang, dan memanfaatkan limbah organik sebagai kompos adalah cara efektif mengurangi emisi metana dari tempat pembuangan akhir.

5. Edukasi dan Kesadaran Publik

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak emisi GRK serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Emisi GRK menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim yang perlu segera diatasi. Dengan memahami penyebabnya, semua manusia dapat membantu melindungi bumi dari dampak pemanasan global yang lebih parah. (Aya)
ADVERTISEMENT