Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Gas Rumah Kaca Meningkat, Ini Dampaknya bagi Lingkungan
2 April 2025 21:28 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Gas rumah kaca meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir, memicu dampak besar bagi lingkungan global.
ADVERTISEMENT
Peningkatan konsentrasi gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) di atmosfer telah memperburuk efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global.
Aktivitas manusia, terutama melalui pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan proses industri, menjadi kontributor utama emisi gas ini.
Dampak Gas Rumah Kaca Meningkat
Apa itu gas rumah kaca? Gas rumah kaca (GRK) adalah gas yang ada di atmosfer bumi dan memiliki peran penting dalam menjaga suhu bumi tetap hangat.
Dikutip dari laman nationalgrid.com, gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) menyerap dan memerangkap panas yang dipancarkan oleh permukaan bumi, menciptakan efek rumah kaca.
Efek ini membantu menjaga suhu bumi agar tidak terlalu dingin, namun jika konsentrasinya berlebihan, gas-gas ini dapat memperburuk pemanasan global yang berdampak negatif bagi lingkungan.
ADVERTISEMENT
Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca terutama disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil untuk energi, deforestasi, dan perubahan penggunaan lahan.
Sebagai contoh, hutan yang seharusnya berfungsi untuk menyerap CO2 justru berkurang, memperburuk masalah pemanasan global.
Dampak dari peningkatan gas rumah kaca sangat luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang paling nyata adalah perubahan iklim yang semakin ekstrem, seperti gelombang panas, banjir, dan kekeringan.
Selain itu, pemanasan global juga mempercepat mencairnya es di kutub yang menyebabkan kenaikan permukaan laut, mengancam wilayah pesisir dengan banjir.
Di sisi lain, peningkatan gas rumah kaca juga berisiko terhadap kerusakan ekosistem dan keberagaman hayati, yang bisa mengarah pada kepunahan beberapa spesies. Sektor pertanian pun terdampak dengan berkurangnya hasil panen dan krisis pangan yang semakin nyata.
ADVERTISEMENT
Peningkatan gas rumah kaca menjadi ancaman besar bagi bumi dan kehidupan manusia.
Untuk itu, upaya mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan energi terbarukan dan perubahan gaya hidup lebih ramah lingkungan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak buruk dari fenomena ini. (DANI)
Baca Juga: Sejarah Itikaf dan Waktu Pelaksanaannya