Konten dari Pengguna

Sejarah Halal Bihalal di Indonesia dan Perkembangannya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
1 April 2025 16:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sejarah Halal Bihalal di Indonesia dan Perkembangannya, Unsplash/Cytonn Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Halal Bihalal di Indonesia dan Perkembangannya, Unsplash/Cytonn Photography
ADVERTISEMENT
Sejarah halal bihalal di Indonesia menunjukkan bagaimana tradisi silaturahmi setelah Idulfitri berkembang menjadi budaya yang erat dengan nilai kebersamaan.
ADVERTISEMENT
Momen ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan, baik dalam lingkup keluarga maupun komunitas yang lebih luas.
Halal bihalal tidak hanya menjadi simbol rekonsiliasi, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan dan harmoni dalam kehidupan sosial.

Sejarah Halal Bihalal di Indonesia

Ilustrasi Sejarah Halal Bihalal di Indonesia dan Perkembangannya, Unsplash/Masjid MABA
Mengutip dari laman kemenkopmk.go.id, sejarah halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang dilaksanakan setelah Idul Fitri, di mana masyarakat saling bersilaturahmi dan memaafkan satu sama lain.
Tradisi ini memiliki sejarah panjang dengan berbagai versi asal-usul yang berkembang di masyarakat.​
Salah satu versi menyebutkan bahwa tradisi halal bihalal sudah ada sejak masa pemerintahan Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa pada abad ke-18.
Setelah shalat Idul Fitri, beliau mengadakan pertemuan dengan para punggawa dan prajurit di balai istana untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antara raja dan rakyatnya serta memperkuat persatuan. ​
ADVERTISEMENT
Versi lain menyebutkan bahwa istilah "halal bihalal" diperkenalkan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948.
Pada masa itu, Presiden Soekarno menghadapi situasi politik yang tidak stabil pasca-kemerdekaan, dengan konflik antar elit politik yang menghambat persatuan nasional.
KH. Wahab menyarankan kepada Presiden Soekarno untuk mengumpulkan para tokoh politik dalam sebuah forum silaturahmi setelah Idul Fitri, yang kemudian disebut sebagai halal bihalal.
Tujuannya adalah menciptakan rekonsiliasi dan mempererat hubungan antar pemimpin politik demi kepentingan bangsa. ​
Seiring waktu, tradisi halal bihalal berkembang dan diadopsi oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Tidak hanya terbatas pada kalangan elit politik, tetapi juga meluas ke lingkungan keluarga, komunitas, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta.
ADVERTISEMENT
Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperbaiki hubungan yang mungkin renggang, dan memperkuat solidaritas sosial.​
Dalam pelaksanaannya, halal bihalal biasanya diisi dengan kegiatan saling bermaafan, ramah tamah, serta jamuan makan bersama. Di beberapa daerah, tradisi ini juga disertai dengan acara keagamaan seperti ceramah atau doa bersama.
Halal bihalal telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia, mencerminkan nilai-nilai luhur seperti toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati.​
Itulah penjelasan mengenai sejarah halal bihalal di Indonesia dan perkembangannya.