Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sejarah Tebing Breksi Jogja, dari Tambang hingga Jadi Wisata Populer
4 April 2025 13:46 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah Tebing Breksi Jogja menunjukkan bagaimana sebuah lokasi bekas tambang bisa berubah menjadi destinasi wisata populer.Lokasi ini terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
ADVERTISEMENT
Keunikan geologis dan nilai historisnya menjadikan Tebing Breksi sebagai bagian dari warisan geologi Yogyakarta.
Sejarah Tebing Breksi Jogja
Dikutip dari indonesia.go.id, sejarah Tebing Breksi Jogja berawal dari fungsinya sebagai area pertambangan batu kapur yang menjadi sumber mata pencaharian penduduk setempat.
Batuan yang terbentuk di lokasi ini berasal dari abu letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Material ini mengalami proses alami hingga mengeras menjadi batuan tufan.
Penambangan di Tebing Breksi berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dihentikan setelah penelitian geologi dilakukan.
Pada tahun 2014, sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) mengkaji batuan di Tebing Breksi.
Mereka menemukan bahwa batuan yang ada di lokasi tersebut tergolong langka dan memiliki nilai ilmiah tinggi.
ADVERTISEMENT
Atas dasar temuan tersebut, aktivitas pertambangan di Tebing Breksi dihentikan, dan pada tahun 2015, pemerintah menetapkannya sebagai salah satu situs Geoheritage Yogyakarta.
Setelah aktivitas pertambangan berhenti, warga setempat mulai mengubah kawasan ini menjadi tempat wisata. Dengan bantuan berbagai pihak, mereka mendesain ulang kawasan bekas tambang agar lebih menarik bagi pengunjung.
Pada 30 Mei 2015, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi meresmikan Tebing Breksi sebagai destinasi wisata baru di Yogyakarta.
Pesona Tebing Breksi semakin berkembang dengan berbagai sentuhan seni yang diberikan oleh seniman lokal.
Dinding tebing dihiasi ukiran-ukiran relief yang menggambarkan kisah pewayangan, seperti Arjuna melawan Buto Cakil, pahatan naga, dan patung Semar.
Bentuk unik dari tebing ini, yang menyerupai lapisan-lapisan batuan, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
ADVERTISEMENT
Lokasi Tebing Breksi yang strategis memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Terletak di jalur utama Prambanan-Piyungan, tempat ini dapat diakses dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Yogyakarta.
Jalur menuju Tebing Breksi cukup menantang dengan kondisi jalan yang terjal, namun bisa dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, termasuk bus wisata dan sepeda motor.
Selain menikmati keindahan tebing, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas wisata yang telah disediakan.
Terdapat Tlatar Seneng dan amphiteater yang sering digunakan untuk pertunjukan seni dan acara budaya.
Tidak hanya itu, wisata jeep juga menjadi salah satu daya tarik utama, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi beberapa lokasi menarik di sekitar Tebing Breksi, seperti Candi Ijo, Watu Payung, hingga Obelix Hills.
ADVERTISEMENT
Panorama yang ditawarkan dari puncak Tebing Breksi juga menjadi daya tarik tersendiri.
Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta, melihat pesawat yang lepas landas di kejauhan, hingga menikmati matahari terbenam yang memukau.
Spot ini sering menjadi lokasi favorit bagi fotografer dan wisatawan yang ingin mengabadikan momen dengan latar belakang alam yang indah.
Fasilitas yang tersedia di Tebing Breksi juga semakin berkembang seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Selain jalur evakuasi dan rambu keselamatan, pengelola juga menyediakan pemesanan tiket secara online dan fasilitas WiFi di beberapa area tertentu.
Dengan berbagai daya tariknya, Tebing Breksi kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sejarah Tebing Breksi Jogja membuktikan bahwa sebuah bekas tambang bisa diubah menjadi destinasi wisata yang bernilai.
ADVERTISEMENT
Perubahan ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata bagi setiap pengunjung. (Khoirul)