Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sejarah Tradisi Kerik Gigi dan Maknanya dalam Berbagai Budaya
1 April 2025 16:17 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah tradisi kerik gigi memiliki akar yang kuat dalam budaya masyarakat Minangkabau, khususnya di daerah Sumatra Barat.
ADVERTISEMENT
Tradisi ini merupakan ritual adat yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan memiliki tujuan untuk menjaga kesehatan serta sebagai simbol kematangan dan kedewasaan dalam kehidupan seseorang.
Sejarah Tradisi Kerik Gigi
Sejarah tradisi kerik gigi di Indonesia dapat ditelusuri dalam budaya masyarakat Minangkabau, yang telah melaksanakan tradisi ini sejak berabad-abad yang lalu.
Tradisi ini umumnya dilakukan oleh perempuan yang memasuki masa pubertas, sebagai simbol pematangan dan transisi menuju kedewasaan.
Kerik gigi bertujuan untuk mengikis atau meratakan gigi depan, dan sering kali dilakukan oleh seorang ahli atau orang yang memiliki keterampilan khusus dalam masyarakat setempat.
Selain sebagai simbol kedewasaan, tradisi kerik gigi juga berfungsi sebagai bagian dari adat yang melibatkan proses sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam masyarakat Minangkabau, hal ini menandai bahwa seorang perempuan telah siap memasuki kehidupan sosial yang lebih luas, serta siap untuk menjalani peran-peran baru dalam masyarakat, seperti menikah dan menjadi ibu.
Biasanya, tradisi ini dilakukan dengan cara yang sangat terhormat dan dihadiri oleh keluarga serta tetangga sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas.
Meskipun tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, praktik serupa juga ditemukan di berbagai daerah dan budaya lain, meskipun dengan cara yang berbeda-beda.
Di beberapa wilayah di Asia, seperti di beberapa negara Afrika, dan Pasifik, tradisi serupa juga dikenal dan sering kali memiliki tujuan dan makna yang berbeda.
Dikutip dari jurnal Gambaran Kebersihan Rongga Mulut Dan Pengalaman Karies Perempuan Suku Mentawai Yang Menjalani Tradisi Kerik Gigi Di Kecamatan Siberut Selatan oleh Azizah Rahma (2023), kerik gigi merupakan bagian dari mutilasi gigi.
ADVERTISEMENT
Mutilasi gigi dengan meruncingkan gigi disebut dengan istilah kerik gigi dan mutilasi gigi dengan meratakan gigi disebut dengan istilah kikir gigi.
Mutilasi gigi dikenal juga dengan dental art merupakan modifikasi gigi yang mengubah bentuk permukaan gigi tanpa alasan indikasi medis yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu di benua Amerika, Asia Timur, Asia Tenggara, Oceania, dan di Afrika.
Makna tradisi kerik gigi
Tradisi kerik gigi memiliki makna yang dalam di berbagai budaya, sebagai simbol transisi menuju kedewasaan dan perubahan dalam kehidupan sosial.
Di Minangkabau, kerik gigi dilakukan pada perempuan yang memasuki usia dewasa sebagai tanda kesiapan menjalani tanggung jawab sosial. Di Bali, tradisi metatah memiliki makna spiritual sebagai pembersihan fisik dan mental.
ADVERTISEMENT
Di Papua, kerik gigi menandakan inisiasi menuju kehidupan dewasa, sementara di beberapa suku Afrika, tradisi ini melambangkan kekuatan dan kedewasaan.
Secara keseluruhan, tradisi ini mencerminkan proses pematangan individu dalam konteks sosial, budaya, dan spiritual yang penting dalam setiap masyarakat.
Tradisi kerik gigi memiliki makna yang sangat beragam, tergantung pada budaya dan masyarakat yang melaksanakannya.
Meskipun ada variasi dalam pelaksanaannya, tradisi ini selalu terkait dengan proses kedewasaan, pengorbanan, dan transisi dalam kehidupan individu. (shr)