Konten dari Pengguna

Sejarah Tradisi Rewang dan Peranannya dalam Gotong Royong

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
1 April 2025 16:14 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sejarah Tradisi Rewang,Foto:Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Tradisi Rewang,Foto:Kumparan
ADVERTISEMENT
Sejarah tradisi rewang adalah bagian penting dari budaya masyarakat Jawa, khususnya di daerah-daerah pedesaan.
ADVERTISEMENT
Tradisi ini memiliki akar yang kuat dalam kehidupan sosial dan gotong royong, di mana masyarakat saling membantu dalam acara-acara penting, seperti pernikahan, khitanan, atau acara lainnya.

Sejarah Tradisi Rewang

Ilustrasi Sejarah Tradisi Rewang,Foto:Pexels/Ditta Alfianto
Sejarah tradisi rewang bermula dari kebiasaan masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Pada masa lalu, kehidupan masyarakat Jawa yang sangat bergantung pada aktivitas pertanian menuntut adanya kerjasama antarwarga.
Masyarakat yang tinggal di pedesaan sering mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti pernikahan, khitanan, atau acara syukuran lainnya. Dalam setiap acara tersebut, tradisi Rewang menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Pada awalnya, rewang lebih sering dilakukan dalam konteks acara besar seperti pernikahan. Warga desa akan saling bergotong royong membantu dalam mempersiapkan segala kebutuhan acara, mulai dari memasak makanan, menyiapkan tempat, hingga membantu menyambut tamu.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari jurnal REWANG: Kearifan Lokal dalam Membangun Solidaritas dan Integrasi Sosial Masyarakat di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis oleh Hasbullah (2012), rewang adalah kegiatan yang melibatkan pengumpulan orang atau masyarakat untuk membantu persiapan pesta.
Kelompok orang yang diundang oleh tuan rumah atau penyelenggara acara disebut sebagai rewang. Para peserta rewang ini diundang secara langsung oleh tuan rumah untuk memberitahukan maksud dan tujuan acara tersebut.
Proses undangan kepada anggota rewang dilakukan secara pribadi oleh tuan rumah dan tidak bisa diwakilkan jika pun diwakilkan, maka yang mewakili haruslah orang yang dihormati dalam komunitas.
Biasanya undangan ini disampaikan jauh-jauh hari, sekitar 7 hingga 10 hari sebelum acara berlangsung.
Anggota rewang akan mulai menjalankan tugasnya beberapa hari sebelum acara utama, membantu dalam seluruh persiapan yang diperlukan untuk pesta. Masyarakat bekerja sejak persiapan awal hingga semua rangkaian acara selesai.
ADVERTISEMENT

Peranan Tradisi Rewang dalam Gotong Royong

Ilustrasi Sejarah Tradisi Rewang,Foto:Kumparan
Peran utama dari tradisi rewang adalah sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tradisi rewang menunjukkan bahwa kerja sama antarindividu dalam sebuah komunitas dapat memperkuat ikatan sosial dan membangun rasa solidaritas.
Dalam konteks ini, rewang tidak hanya sekadar bekerja bersama, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi kegembiraan dan kesedihan.
Sebagai contoh, ketika ada tetangga yang sedang merayakan pernikahan, masyarakat dengan sukarela membantu persiapan acara sebagai bentuk kebahagiaan bersama.
Sebaliknya, ketika ada yang tengah berduka atau menghadapi kesulitan warga desa juga saling memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan dan empati.
Rewang juga mengajarkan tentang nilai kebersamaan, di mana setiap individu memiliki peran dan kontribusi penting untuk mencapai keberhasilan bersama.
ADVERTISEMENT
Selain itu, melalui tradisi ini, masyarakat belajar untuk tidak hanya mengandalkan diri sendiri, tetapi juga untuk berbagi dan saling membantu, terutama dalam menghadapi tantangan atau merayakan momen penting dalam hidup.
Itulah sejarah tradisi rewang yang menggambarkan betapa pentingnya nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Jawa. (shr)