Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
3 Penyebab Bulu Burung Perkutut Rontok dan Cara Mengatasinya
2 April 2025 20:06 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Burung perkutut adalah salah satu jenis burung yang banyak digemari masyarakat untuk dipelihara. Bagi yang memelihara burung ini dan memiliki masalah pada bulunya, penyebab bulu burung perkutut rontok dan cara mengatasinya perlu diketahui.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari Burung yang Baik Dipelihara dan Tidak dalam Serat Ngalamating Kutut, oleh Mirya Anggraini, (2017), dalam situs ejournal.undip.ac.id, adapun jika melihat hewan peliharaan ini dari cerita budaya Jawa, burung perkutut adalah binatang sakral.
Hal itu karena pengaruh dari legenda Joko Mangu. Legenda tersebut bercerita tentang burung perkutut milik Prabu Brawijaya V yang merupakan jelmaan Pangeran Pajajaran, bernama Joko Mangu.
Penyebab Bulu Burung Perkutut Rontok dan Solusinya
Ada beberapa penyebab bulu burung perkutut rontok. Mengutip dari situs greencrossvets.com.au, inilah penyebab dan cara mengatasinya dengan baik:
1. Pergantian Bulu
Semua burung normal mengalami pergantian bulu sekitar setahun sekali, tetapi ini dapat bervariasi, terutama untuk burung yang dipelihara di dalam ruangan dengan jam siang hari yang tidak teratur.
ADVERTISEMENT
Jika bulu burung hampir siap berganti dan burung tersebut ketakutan atau stres, bulu dapat rontok dengan cepat, meninggalkan bagian yang gundul sebelum bulu baru sempat tumbuh.
Dalam kasus ini, solusinya adalah bersabar dan pastikan burung mendapatkan nutrisi dan vitamin yang baik mungkin sudah cukup untuk mengatasi kerontokan bulu.
2. Stres
Stres dapat menyebabkan perilaku merusak bulu, di mana burung mulai mencabuti bulu yang mungkin atau mungkin belum siap untuk berganti bulu.
Beberapa contoh situasi yang dapat membuat burung merasa stres yaitu perubahan pada rutinitas/rumah tangga burung yang normal, kebutuhan stimulasi mental dan fisik tidak terpenuhi, atau lingkungan dan kondisi makanan tidak memadai.
Pendekatan terbaik adalah mencari tahu apa yang menyebabkan stres dan mengubah keadaan lingkungan untuk meminimalkannya.
ADVERTISEMENT
Ini bisa jadi sulit. Sering kali, hubungan antara pemilik dan burung bisa menjadi sumber stres, yang memicu pencabutan bulu.
Burung-burung ini biasanya mencabuti bulu di dada mereka, tetapi bisa juga di mana saja. Sebaiknya hindari membelai punggung burung karena ini dapat memicu pelepasan hormon seks dan dapat memperburuk masalah.
3. Virus dan Bakteri
Virus dan bakteri dapat menyebabkan kerontokan bulu pada beberapa burung peliharaan. Circovirus, yang dapat menyebabkan kerontokan bulu di kepala dan bagian tubuh lain serta sayap, umum terjadi pada kakatua liar.
Untuk memastikan peluang terbaik bagi pertumbuhan kembali bulu, sebaiknya burung peliharaan yang mengalami kerontokan bulu diperiksakan ke dokter hewan segera setelah masalah tersebut diketahui.
Meskipun ada banyak penyebab masalah yang berbeda, dan tidak semuanya dapat diobati. Intervensi dini akan memberikan peluang terbaik untuk menyelesaikan masalah.
ADVERTISEMENT
Pastikan nutrisi yang bervariasi pada buring, seperti biji-bijian, kerikil, air, bayam, wortel, brokoli, cabang pohon asli beserta bunganya, buah-buahan, pelet makanan burung, campuran 'telur dan biskuit', blok mineral dan garam.
Demikianlah penyebab bulu burung perkutut rontok dan cara mengatasinya dengan baik. Bersihkan kandang setiap hari, sebab bulu di lantai dapat merangsang mutilasi diri lebih lanjut. (IF)