Konten dari Pengguna

5 Pupuk untuk Tanaman Hidroponik yang Bikin Tanaman Cepat Tumbuh dan Subur

Seputar Hobi
Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
8 Maret 2025 14:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pupuk untuk tanaman hidroponik. Foto: Pexels.com/Jatuphon Buraphon
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pupuk untuk tanaman hidroponik. Foto: Pexels.com/Jatuphon Buraphon
ADVERTISEMENT
Pupuk untuk tanaman hidroponik memiliki peran penting dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
ADVERTISEMENT
Tanaman hidroponik tidak mendapatkan unsur hara dari tanah, sehingga pemberian pupuk harus dilakukan dengan tepat.
Jenis pupuk yang digunakan harus mengandung unsur hara makro dan mikro yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Pupuk untuk Tanaman Hidroponik

Ilustrasi pupuk untuk tanaman hidroponik. Foto: Pexels.com/Anna Tarazevich
Pupuk untuk tanaman hidroponik berfungsi sebagai sumber utama unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan.
Mengutip dari pertanian.denpasarkota.go.id, tanaman hidroponik adalah tanaman yang dibudidayakan tanpa tanah, menggunakan air dan larutan nutrisi sebagai media utama.
Unsur hara yang dibutuhkan harus tersedia dalam jumlah seimbang agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.
Berikut ini beberapa jenis pupuk yang dapat digunakan dalam sistem hidroponik.

1. Pupuk AB Mix

Pupuk AB Mix merupakan pupuk yang paling sering digunakan dalam sistem hidroponik karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap.
ADVERTISEMENT
Pupuk ini tersedia dalam dua bagian terpisah, yaitu larutan A yang mengandung kalsium nitrat dan larutan B yang mengandung kalium fosfat, magnesium sulfat, serta unsur mikro lainnya.
Kedua larutan ini harus dilarutkan secara terpisah sebelum dicampurkan ke dalam air. Konsentrasi larutan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, dengan menjaga kadar elektrokonduktivitas (EC) dalam rentang 1,5–2.

2. Pupuk NPK

Pupuk NPK juga bisa digunakan untuk tanaman hidroponik karena mengandung tiga unsur hara utama, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Pupuk ini dapat dicampur dengan kalium klorida (KCl) dan pupuk Gandasil untuk meningkatkan kandungan unsur mikro dalam larutan nutrisi.
Perbandingan campuran harus diperhatikan agar tidak mengganggu keseimbangan nutrisi dalam sistem hidroponik.

3. Pupuk Gandasil

Pupuk Gandasil merupakan pupuk yang sering digunakan dalam sistem hidroponik karena kaya akan unsur hara makro dan mikro.
ADVERTISEMENT
Pupuk ini dapat dicampur dengan NPK dan KCl untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Kandungan nitrogen dalam Gandasil membantu pertumbuhan daun, sementara fosfor dan kalium mendukung perkembangan akar serta pembentukan bunga dan buah.

4. Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair bisa menjadi alternatif bagi sistem hidroponik yang ingin menghindari penggunaan bahan kimia sintetis.
Pupuk ini berasal dari ekstrak bahan organik seperti kompos atau kotoran hewan yang difermentasi.
Selain menyediakan unsur hara makro dan mikro, pupuk organik cair juga mengandung mikroorganisme yang dapat meningkatkan kesehatan tanaman.

5. Pupuk CROPFAST 21-21-21+TE

Pupuk ini berbentuk serbuk biru yang mudah larut dalam air dan mengandung nitrogen (N), fosfor (P2O5), kalium (K2O), serta unsur mikro seperti seng (ZnO), magnesium (MgO), kalsium (CaO), dan boron (B).
ADVERTISEMENT
Pupuk ini dapat merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun, serta meningkatkan pembentukan bunga dan buah.
Pupuk untuk tanaman hidroponik harus digunakan dengan dosis yang tepat agar tidak merusak keseimbangan nutrisi dalam sistem.
Pemilihan pupuk yang sesuai akan membantu tanaman tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas. (Khoirul)